Jumat, 21/06/2019

Laba Bersih Pollux Indonesia Melonjak 100% Selama 2018

-jktproperty.com
Share on: Facebook 551 Views
Laba Bersih Pollux Indonesia Melonjak 100% Selama 2018
Ilustrasi: Chadstone Cikarang
LABA BERSIH POLLUX MENINGKAT 100%: Selama 2018 laba bersih dan pendapatan PT Pollux Indonesia meningkat 100%. Untuk tahun 2019, Perseroan mematok target marketing sales sebesar Rp1.98 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari pengakuan pendapatan lanjutan atas booking sales yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya sampai dengan tahun 2018 antara lain, Meisterstadt sebesar Rp801,8 miliar, Chadstone sebesar Rp511,3 miliar, Amarsvati sebesar Rp94,6 miliar, World Capital Tower sebesar Rp60,3 miliar, dan Gangnam District sebesar Rp48,1 miliar.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL), anak usaha dari Pollux Group International menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2018.

Acara yang digelar di Ballroom Four Season Hotel, Capital Place, Jakarta tersebut merupakan RUPST pertama yang dilakukan perseroan setelah resmi menjadi perusahaan go public dan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia pada 11 Juli 2018 lalu.

Dalam RUPST hari ini, para pemegang saham menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasi dan Laporan Tahunan Perseroan, termasuk Laporan Pertanggungjawaban Direksi dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.

Presiden Komisaris PT Pollux Properti Indonesia Tbk., Mr. Po Sun Kok menuturkan, Perseroan cukup optimis akan kinerja tahun 2019, terlebih setelah meningkatnya marketing sales dalam dua tahun terakhir. Menurut Po Sun Kok,  memang tidak mudah untuk bisa merebut pasar kalau tidak dibarengi dengan strategi marketing yang baik. Hal ini lah yang menjadi fokus pihaknya selama ini, yaitu dengan mengeluarkan produk yang berbeda dengan pesaing dan lebih berupaya untuk menciptakan produk properti yang berkualitas dan memberikan added value, namun masih dengan harga yang relatif terjangkau.

“Di tahun 2019, kami masih memfokuskan pada penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan, melakukan persiapan untuk proyek dalam portofolio dan melihat potensi proyek baru untuk pengembangan usaha,” ujar Po Sun Kok dalam acara public expose bersama sejumlah media usai menggelar RUPST.

Dia juga menuturkan, hampir seluruh proyek Pollux Properti Indonesia saat ini mengusung konsep mega superblok yang merangkum berbagai sub sektor properti seperti residensial, perkantoran, pusat perbelanjaan hingga rumah sakit.

Sementara itu, Dr. Nico Po, CEO PT Pollux Properti Indonesia Tbk., mengatakan, sepanjang 2018, Perseroan berhasil memperoleh kinerja cukup baik dengan membukukan penjualan Rp928 miliar atau meningkat 110% dibanding tahun 2017 sebesar Rp441 miliar. Sementara, laba bersih tercatat Rp229 miliar atau meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yaitu Rp100 miliar. “Pendapatan itu dikontribusi dari penjualan apartemen sebesar Rp594 miliar dan penjualan perkantoran sebesar Rp332 miliar. Adapun, total asset yang dimiliki Perseroan adalah sebesar Rp4,9 triliun, meningkat 48% dibanding tahun 2017 sebesar Rp3,3 triliun,” ujar Dr. Nico Po.

Untuk tahun 2019, Perseroan mematok target marketing sales sebesar Rp1.98 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari pengakuan pendapatan lanjutan atas booking sales yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya sampai dengan tahun 2018 antara lain, Meisterstadt sebesar Rp801,8 miliar, Chadstone sebesar Rp511,3 miliar, Amarsvati sebesar Rp94,6 miliar, World Capital Tower sebesar Rp60,3 miliar, dan Gangnam District sebesar Rp48,1 miliar. Sedangkan pendapatan atas penjualan baru yang terjadi pada tahun 2019 terutama berasal dari booking sales proyek Chadstone sebesar Rp176,7 miliar, World Capital Tower sebesar Rp133,2 miliar, Meisterstadt sebesar Rp85,1 miliar, Amarsvati sebesar Rp47,7 miliar dan Gangnam District sebesar Rp18,3 miliar.

Selain itu, POLL juga berniat mengerek pendapatan berulang atau recurring income dari beberapa proyek diantaranya dua proyek mal di Cikarang dan Batam tahun ini. “Kami ingin kontribusi dari recurring income bisa tumbuh dan berada di kisaran 20%-30%. Sementara, untuk jangka panjang, Perseroan menargetkan porsi recurring income hingga bisa mencapai 50%. Perseroan sendiri saat ini memiliki cadangan lahan premium di beberapa lokasi seperti di CBD Jakarta dengan luas 1,3 hektar dan beberapa lokasi di Jawa Barat seluas 66,1 hektar,” jelas Dr. Nico Po optimis.

Selain meluncurkan produk baru, perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar lebih dari Rp15,39 triliun (31 Desember 2018) ini juga terus menggenjot pembangunan agar penyelesaiannya bisa tepat waktu, sebagai salah satu langkah meningkatkan penjualan. Hingga kuartal pertama tahun 2019, misalnya. Sejumlah proyek telah berhasil dirampungkan beberapa pembangunannya, seperti tower A1 dan A2 Meisterstadt Batam, mall Chadstone Cikarang serta Gangnam District Bekasi yang siap untuk pekerjaan Sub Structure dan Upper structure. Tak kurang, sebesar Rp1,7 triliun dana segar telah dipersiapkan Perseroan untuk belanja modal (Capex) hingga akhir tahun 2019. (PIT)