Minggu, 11/02/2018

Kredit yang Disalurkan Bank BTN Selama 68 Tahun Mencapai Rp437 Triliun

-jktproperty.com
Share on: Facebook 297 Views
Kredit yang Disalurkan Bank BTN Selama 68 Tahun Mencapai Rp437 Triliun
Foto: Humas Bank BTN
MUSEUM BTN: Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, bersama Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono dan Komisaris Utama Bank BTN I Wayan Agus Mertayasa menggunting pita untuk meresmikan Museum Bank BTN di Jakarta, Minggu (11/2). Museum yang menempati Gedung Postpaarbank tersebut menjadi bukti perjalanan bisnis sekaligus sejarah Bank BTN sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda. Di dalam museum ini tersimpan benda-benda sejarah dan memorabilia Bank BTN. Adapun, revitalisasi museum ini merupakan bagian dari kegiatan HUT BTN ke 68 yang jatuh pada 9 Februari 2018.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengklaim telah menyalurkan kredit sekitar Rp437 triliun selama 68 tahun perseroan berdiri. Sejak kali pertama mengucurkan kredit ke masyarakat yaitu pada 1976, total kredit yang digelontorkan tersebut telah dinikmati hampir 4,5 juta masyarakat Indonesia.

Kredit tersebut berdampak kepada banyak lini industri terutama sektor perumahan. Alhasil sektor lain yang bersinggungan dengan pembiayaan perumahan yang disalurkan Bank BTN ikut terkerek naik. Sebagai agent of development, Bank BTN ikut andil menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional.

“Core business Bank BTN adalah pembiayaan perumahan dan industri turunannya. Ini telah dijalankan perseroan sejak 1976. Kami bangga telah menjadi bagian dari BUMN di dalam negeri yang ikut mempunyai andil dalam pembangunan ekonomi bangsa,” kata Direktur Utama BTN Maryono seusai kegiatan funwalk HUT ke-68 Bank BTN bersama Menteri BUMN Rini M Soemarno di Jakarta, Minggu (11/2).

Peran Bank BTN dalam mendukung program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan rumah rakyat menurutnya tidak dapat dimungkiri. Selama mengawal program rumah untuk rakyat tersebut, peran Bank BTN selalu paling signifikan. Walaupun peran itu didistribusikan kepada seluruh bank, porsi Bank BTN selalu mendominasi lebih dari 95%.

Hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa sejak awal BTN berdiri sudah siap untuk memberikan dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan papan bagi rakyat. Bank BTN terhitung konsisten dengan core business yang dianut.

Dia menuturkan, pembiayaan rumah sudah menjadi pilihan bisnis utama perseroan dan terbukti membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat, ekonomi nasional maupun perusahaan.

“Kami bersyukur karena seluruh masyarakat Indonesia menerima kehadiran Bank BTN dan memberikan dukungan, sehingga sampai hari ini perseroan tetap eksis dan tumbuh menjadi perusahaan besar dan sehat. Bank BTN sudah menjadi bagian dari bank terkemuka di Indonesia,” imbuhnya.

Saat ini, lanjut Maryono, BTN sudah masuk pada urutan ke-6 Bank terbesar di tanah airberdasarkan aset. “Kami optimistis dalam waktu dekat BTN akan naik kelas menjadi nomor lima sebagai bank terbesar di Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, perseroan akan terus berkarya untuk membawa Bank BTN lebih baik dan memegang komitmen memberikan dukungan untuk program 1 juta rumah yang diinisiasi oleh Presiden RI. 68 tahun Bank BTN akan menjadi momentum bagaimana perseroan dapat memberikan akses yang cepat dan mudah bagi masyarakat untuk memiliki rumah layak.

Bank BTN juga membantu pemerintah dalam mengurangi backlog perumahan, di mana tugas ini juga diemban pihak lain yang terkait dengan pembangunan dan pembiayaan perumahan. “Ini penting dan menjadi tugas kita untuk bersama-sama menyelesaikan masalah kebutuhan rumah rakyat,” tambah dia.

Sementara itu, pada acara perayaan HUT, funwalk yang digelar Bank BTN diikuti oleh lebih dari 6.800 peserta yang berasal dari perwakilan pegawai dan keluarga seluruh Indonesia. Funwalk mengambil rute berjarak tempuh 6,8 KM. Selain itu BTN juga melakukan revitalisasi Museum Bank BTN. Pada kesempatan yang sama BTN meluncurkan portal baru yaitu rumahmurahbtn.com untuk menjual aset-aset properti untuk umum, diantaranya rumah lelang, rumah bekas, apartemen, dan sebagainya.

Adapun aset properti yang dijual tersebut merupakan agunan dari debitur kredit konsumer maupun kredit komersial. Situs tersebut maupun aplikasi rumah murah BTN akan mempermudah konsumen untuk mencari aset yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Ini sekaligus sebagai upaya perseroan memperbaiki rasio kredit bermasalah sekaligus mendongkrak laba.

Penjualan aset properti dalam rangka recovery aset terhitung laris. Pada 2017 penjualannya mencapai hampir 18.000 unit dengan nilai kurang lebih Rp 1,7 triliun. “Jadi, portal ini melengkapi portal kami sebelumnya yaitu btn properti yang makin dipercaya konsumen untuk memroses KPR. Harapannya portal baru ini bisa sesukses portal kami sebelumnya,” terang Maryono.

Sementara itu Menteri BUMN Rini M Soemarno mengungkapkan, Kementerian BUMN sangat mengapresiasi Bank BTN dan mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya terutama atas kinerja yang positif dan peningkatan pelaksanaan good corporate governance.

“Kalau bisa dalam tiga tahun aset Bank BTN ditingkatkan tiga kali lipat dari posisi saat ini atau diatas Rp500 triliun karena harus mengejar kebutuhan rumah masyarakat. Semakin besar aset, maka makin besar kredit yang akan dapat disalurkan BTN,” tuturnya.

Di sisi lain, masuknya Bank BTN ke era digitalisasi merupakan suatu keharusan dan bisa memanfatkan momen digitalisasi secara maksimal. (EKA)