Selasa, 19/02/2013

Kondominium Middle Class Catat Tingkat Penjualan Tertinggi

-jktproperty.com
Share on: 405 Views
Kondominium Middle Class Catat Tingkat Penjualan Tertinggi

JAKARTA, jktproperty.com – Penjualan kondominium selama triwulan IV-2012 didominasi kondominium untuk kelas menengah (middle class). Bank Indonesia dalam laporan properti komersialnya mengungkapkan, tingkat penjualan kondominium menengah selama triwulan akhir tahun lalu mencapai 98%.

BI mengungkapkan, berdasarkan profil pembeli, sebagian besar konsumen kondominium di Jakarta, Depok dan Bekasi adalah keluarga baru, dimana tipe studio (luas kurang lebih 26 m2) dan tipe 2 kamar tidur (luas sekitar 36 m2) masih tetap menjadi tipe paling favorit. “Selain itu, peningkatan penjualan didukung pula oleh tingkat suku bunga perbankan yang relatif rendah,” demikian survei BI.

Untuk jumlah pasok, pada triwulan IV-2012 bertambah sebanyak 3.806 unit, yang berasal dari 8 proyek kondominium yang mulai beroperasi pada triwulan tersebut. Antusiasme pengembang terhadap perkembangan kondomonium di Jadebek cukup baik, hal itu bisa dilihat dari pesatnya jumlah proyek yang akan memasuki pasar pada 2013, yakni sebanyak 95 proyek, dimana 86 di antaranya berlokasi di wilayah non-CBD. Hal ini akan membuat peta persaingan kondominium di 2013 menjadi semakin sengit.

Pada triwulan IV-2012, tingkat penjualan menurun dari 95,72% menjadi 94,71%. Sementara harga jual meningkat sebesar 2,44% (qtq) atau sebesar 45,37% (yoy). Penurunan itu dilihat pengembang sebagai akibat banyaknya penambahan pasokan. Namun, kecenderungan berkembangnya lokasi pekantoran di kawasan non-CBD yang seiring dengan perkembangan kondominium, diyakini pengembang akan meningkatkan permintaan meskipun tidak terjadi dalam waktu dekat.

Untuk wilayah Provinsi Banten, BI mengungkapkan jumlah pasokan kondominium di kawasan ini bertambah sebanyak 1.107 unit atau naik sebesar 9,20% (qtq), sehingga total pasokan saat ini menjadi sebanyak 3.940 unit. Penambahan jumlah pasokan ini datang dari 2 proyek di kawasan Tangerang Selatan, yaitu Silkwood Residences di Alam Sutera dan Apartemen Paramount Residence.

Penambahan pasokan ini diikuti dengan meningkatnya penjualan yang mencapai 100% atau meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar 98,57%. Naiknya permintaan tersebut juga mendorong harga jual 1,09% (qtq) menjadi sebesar Rp12,3 juta/m2. Kawasan Tangerang masih diminati sebagai tempat tinggal karena ketersediaan infrastruktur dan fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan wilayah lain Pasokan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan membaiknya ekonomi nasional. Wilayah Tangerang saat ini masih menjadi penyumbang terbesar untuk pasokan unit kondominium di Provinsi Banten.

Hal ini didukung oleh ketersediaan infrastruktur serta fasilitas umum di kawasan tersebut yang sudah lebih lengkap dan memadai dibandingkan wilayah lain seperti Serang dan Cilegon. Akses Tangerang, terutama Tangerang Selatan, yang terus diperbaiki membuat kawasan ini semakin diminati oleh masyarakat sebagai tempat tinggal. (LEO)