Senin, 13/10/2014

Knight Frank: Tarif Sewa Perkantoran di Jakarta Akan Terus Naik

-jktproperty.com
Share on: 674 Views
Knight Frank: Tarif Sewa Perkantoran di Jakarta Akan Terus Naik
Foto: Istimewa
TARIF PERKANTORAN: Juni lalu CBRE mendapuk Jakarta sebagai kota dengan pertumbuhan tarif sewa perkantoran tertinggi di dunia. Survei properti terbaru “CBRE Global Prime Office Occupancy Cost” mengungkapkan pertuimbuhan tarif sewa perkantoran di Jakarta merupakan yang tertinggi, yakni sebesar 60,1%. Bahkan dibandingkan Seattle (AS), Kuala Lumpur (Malaysia), Dublin (Irlandia) dan London (Inggris).

JAKARTA, jktproperty.com – Konsultan properti Knight Frank mengungkapkan tarif sewa ruang perkantoran di Jakarta masih akan terus mengalami peningkatan hingga beberapa tahun ke depan. Saat ini Jakarta merupakan salah satu dari 10 kota di Asia Pasifik yang diprediksi akan terus mengalami kenaikan tarif sewa perkantoran di antara 20 kota lainnya.

Riset Knight Frank bertajuk “Asia Pacific Prime Office Rental Index” mengungkapkan,  dalam 12 bulan terakhir, kenaikan tarif sewa ruang perkantoran di Jakarta tercatat sebesar 29,6%. Kenaikan itu yang tertinggi dibandingkan 20 kota lainnya di Asia Pasifik. Kenaikan terbesar kedua terjadi di Phnom Penh, sebesar 25,6%. Baik Jakarta maupun Phnom Penh diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan tarif ruang perkantoran hingga tahun depan.

“Tren tarif sewa perkantoran Jakarta mengejar tarif sewa ruang perkantoran di pasar Asia Pasifik lainnya, tetapi yang ditawarkan Jakarta masih lebih meyakinkan di luar faktor eksternal seperti infrastruktur,” kata Nicholas Holt, Head of Research Knight Frank Asia Pacific di Jakarta.

Dia mengatakan kee-10 kota yang diprediksi akan mengalami pertumbuhan tarif sewa ruang perkantoran masing-masing Sydney, Phnom Penh, Beijing, Guangzhou, dan Hong Kong. Selain itu juga Jakarta, Tokyo, Singapura, Bangkok, dan Ho Chi Minh City. “Kami belum bisa memprediksi berapa persen kenaikan tarif sewanya. Tapi kami melihat sinyal positif.”

Tertinggi di Dunia

Juni lalu CBRE bahkan mendapuk Jakarta sebagai kota dengan pertumbuhan tarif sewa perkantoran tertinggi di dunia. Survei properti terbaru “CBRE Global Prime Office Occupancy Cost” yang dikutip dari situs worldpropertychannel.com mengungkapkan pertuimbuhan tarif sewa perkantoran di Jakarta merupakan yang tertinggi, yakni sebesar 60,1%. Bahkan dibandingkan Seattle (AS), Kuala Lumpur (Malaysia), Dublin (Irlandia) dan London (Inggris). “Pertumbuhan tarif sewa di Seattle hanya 19,4%, Kuala Lumpur 16,7%, Dublin 15,8% dan London 15,3%,” demikian CBRE.

Sementara West End London, dalam survei tersebut, didapuk menjadi pasar perkantoran dengan harga paling sewa paling wah sedunia, yakni senilai US$277 dollar per kaki persegi. “Posisi West End London diikuti oleh Hong Kong di nomor 2 (US$242), Beijing (US$194) dan Moskow (US$165).

CBRE juga mengungkapkan peningkatan harga sewa tercepat terjadi di Amerika Serikat, dimana harga fundamental properti yang terus meningkat secara signifikan memicu pertumbuhan sewa kantor. Secara keseluruhan, AS menyumbang lima dari 10 pasar dengan perubahan tarif paling cepat yakni Seattle, San Francisco pinggiran, San Francisco pusat kota, Houston pinggiran dan Houston pusat kota. AS memimpin akselerasi pertumbuhan sewa tercepat yakni 3,3% diikuti Asia Pasifik (2,9%). Sedangkan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika justru turun 0,1%.

“Secara global, pertumbuhan harga rerata mencapai 2,3. Pasar sewa untuk properti premium diperkirakan akan terus meningkat, ditambah dengan biaya yang lebih tinggi dari operasi gedung perkantoran, akan mendongkrak biaya hunian di sebagian besar pasar dalam beberapa bulan mendatang,” kata Head of Global Research CBRE Raymond Torto. (GUN)