Selasa, 20/03/2012

Kinerja Pasar Perkantoran Sewa Meningkat di Asia Tenggara

-jktproperty.com
Share on: 364 Views
Kinerja Pasar Perkantoran Sewa Meningkat di Asia Tenggara

JAKARTA: Pasar perkantoran sewa di kawasan Asia Tenggara dipastikan menunjukkan kinerja yang menggembirakan dan memiliki prospek cerah dalam beberapa tahun ke depan menyusul relatif stabilnya pertumbuhan ekonomi di kawasan ini, demikian diungkapkan Jones Lang LaSalle.

Jeremy Sheldon, Managing Director, Markets Asia Pacific Jones Lang LaSalle, mengungkapkan di tengah lesunya aktivitas sewa perkantoran dunia, terutama pada pasar-pasar yang telah established, aktivitas penyewaan kantor di negara-negara di kawasan Asia Tenggara justru mengalami peningkatan. “Kami melihat ada polarisasi antara pasar yang sudah established yang memperlihatkan adanya penurunan aktivitas sewa perkantoran dengan pasar perkantoran sewa di Asia Tenggara yang justru memperlihatkan adanya aktivitas peningkatan,” katanya.

Pertumbuhan pasar perkantoran sewa di Jakarta selama kuartal I-2012, demikian Sheldon, mencapai 6%-8% khusus untuk perkantoran Grade A, sementara Manila mencatat pertumbuhan 3%-5%. Sementara aktivitas sewa masih didominasi perusahan jasa keuangan.

Lebih lanjut dia mengatakan pertumbuhan sektor perkantoran sewa itu ditopang kenyataan bahwa kawasan Asia Pasifik sekarang ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dibandingkan dengan kawasan lainnya di seluruh dunia dan ini diproyeksikan akan terus berlangsung sampai akhir tahun hingga beberapa tahun ke depan.

Khusus untuk pasar perkantoran sewa di Jakarta, JLL mencatat para penyewa saat ini tetap mengincar kantor-kantor yang ada di central business district (CBD) Jakarta, termasuk di Sudirman Central Business District (SCBD) yang dalam beberapa tahun ke belakang hingga awal tahun ini memang memberikan suplai ruang perkantoran sewa cukup signifikan. Dominasi penyewa ruang perkantoran di CBD Jakarta masih didominasi perusahaan asuransi, perbankan, akuntan, minyak dan gas, serta perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang-barang konsumsi.

Kuartal akhir 2011 lalu harga sewa ruang perkantoran di CBD Jakarta diketahui telah mengalami kenaikan 5%-10%. Kenaikan ini disebabkan minimnya jumlah pasokan ruang perkantoran akibat keterbatasan lahan dan tingginya permintaan, sedangkan tingkat okupansi pasar perkantoran di kawasan tersebut diperkirakan telah mencapai lebih dari 90%. Bahkan untuk perkantoran dengan kualitas tertinggi (Grade A), okupansinya melebihi 94%.

Menurut Anton Sitorus, Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Procon Indonesia, saat ini sedikit pengembang yang membangun perkantoran di kawasan CBD Jakarta. Berdasarkan riset JLL, pada paruh akhir semester I-2011, penyerapan ruang perkantoran di area CBD Jakarta mencapai 99.000 m2 atau naik 20% dari penyerapan ruang perkantoran di paruh awal semester I-2011 sebesar 82.500 m2. Perkantoran Grade A berkontribusi 60% dari total penyerapan yang ada sepanjang semester I-2011 sebesar 244.000 m2. Sedangkan kontribusi gedung perkantoran Grade B sebanyak 30% dan Grade C 10 persen. (JR)