Selasa, 04/06/2013

Kenaikan Tarif Sewa Kantor di Non-CBD Jakarta Lebih Tinggi

-jktproperty.com
Share on: 574 Views
Kenaikan Tarif Sewa Kantor di Non-CBD Jakarta Lebih Tinggi

JAKARTA, jktproperty.com: Tarif sewa kantordi kawasan non-CBD Jakarta penunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan tarif sewa kantor di kawasan central business district (CBD). Sementara supply dan demand ruang perkantoran di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi diketahui melebihi jumlah pasokannya. Secara rata-rata tahunan muiai 2011 hingga kuartal I-2013, excess demand terhadap ruang perkantoran sewa adalah sekitar 249.347 m2. Sedangkan untuk perkantoran strata-title sekitar 956 m2.

Survei Properti Komersial Bank Indonesia Kuartal I-2013 mengungkapkan berdasarkan lokasinya, peningkatan tarif sewa ruang kantor di kawasan non-CBD meningkat 5,94% (qtq) menjadi Rp149.931/m2/bulan. Sementara dikawasan CBD meningkat hanyha 4,46% (qtq) menjadi Rp217.339/m2/bulan. “Peningkatan tarif sewa perkantoran di kawasan non-CBD iebih tinggi dibandingkan dengan kawasan CBD, seiring dengan bergesernya permintaan ruang kantor ke kawasan non-CBD,” demikian laporan BI.

 

Hai itu bukan saja disebabkan oleh tingginya harga sewa ruang kantor di kawasan CBD, namun juga disebabkan semakin terbatasnya pasokan ruang perkantoran sewa di kawasan CBD. Selain itu, kawasan non-CBD juga semakin digemari karena aksesnya yang mudah dijangkau dengan adanya pembangunan infrastruktur seperti jalan tol lingkar luar (Jakarta Outer Ring Road/JORR) dan jalan layang non tol.

Pada kuartal I-2013, jumlah pasokan perkantoran sewa di Jakarta tidak mengalami pergerakan, yaitu sebesar 6,7 juta m2, dimana sebagian besar (62,74%) berada di kawasan CBD. Sementara tingkat hunian meningkat 0,28% dari triwulan sebelumnya menjadi 98,73%. Kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) serta Upah Minimum Provinsi (UMP) telah menyebabkan tarif sewa mengalami peningkatan sebesar 4,89% (qtq) atau 15,06% (yoy) menjadi Rp192.222/m2/bulan. (EKA)