Selasa, 15/05/2012

Kenaikan Harga Residensial Mewah di Jakarta Tertinggi di Asia Pasifik

-jktproperty.com
Share on: 481 Views
Kenaikan Harga Residensial Mewah di Jakarta Tertinggi di Asia Pasifik

JAKARTA: Dibandingkan dengan kota-kota lain di negara kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga properti residensial mewah (high end) di Jakarta tercatat yang tertinggi.

Riset Jones Lang LaSalle mengungkapkan rata-rata harga properti residensial mewah di delapan pasar utama Asia Pasifik memperlihatkan peningkatan sebesar 1% selama kuartal I- 2012 dibandingkan kuartal IV-2011. Berdasarkan residential index yang dirilis Jones Lang LaSalle yang diterima jktproperty.com, Hong Kong, Bangkok, Kuala Lumpur dan Jakarta menunjukkan peningkatan harga. Sementara Shanghai dan Singapura justru terjadi penurunan, sedangkan pasar residensial mewah di Mumbai, India terlihat cenderung stabil.

Namun yang menarik dari pertumbuhan harga, menurut Kepala Riset Asia Pasifik Jones Lang LaSalle, Jane Murray, Jakarta mengalami kenaikan harga tertinggi, yakni sebesar 4,3%. Dia mengatakan tren kenaikan harga properti residensial itu akan terus terjadi selama 2012, terutama di Jakarta. Sementara di China dan Singapura justru cenderung akan mengalami penurunan.

Laporan Jones Lang LaSalle tidak secara spesifik menyebutkan jenis properti residensial mewah, apakah berbentuk kondominium, town house atau landed house.

Dalam Jones Lang LaSalle Issues Q1-2012 Asia Pasific Residential Index disebutkan kenaikan harga properti residensial mewah di Jakarta didorong oleh tingginya permintaan dan pesatnya aktivitas pengembang membangun properti residensial mewah. Bahkan dalam setahun terakhir harga properti residensial mewah di Jakarta mengalami peningkatan hingga 16%. “Kuartal I-2012 tren itu terus berlanjut,” katanya.

Sementara itu Todd Lauchlan, Country Head Jones Lang LaSalle Indonesia mengatakan meningkatnya jumlah kelas menengah dan meningkatnya daya beli masyarakat membuat pasar properti residensial mewah di Jakarta menjadi yang terbaik di antara kota-kota lain di Asia Pasifik. “Selain itu suku bunga kredit perbankan yang trennya turun juga menjadi pendorong utama membaiknya kinerja pasar properti residensial di Jakarta,” tuturnya.

Lebih lanjut Jane Murray mengatakan harga properti residensial mewah di Shanghai, China justru mengalami penurunan 1,2% di triwulan I-2012. Begitu juga yang terjadi di Beijing yang juga turun sampai 2,3% akibat adanya kebijakan pemerintah dalam mengatur penjualan properti yang lebih ketat, dimana banyak pengembang di China menjual properti residensialnya dengan harga diskon. Sementara di Singapura terjadi penurunan 2%. (JR)