Jumat, 27/05/2016

Kemudahan Perizinan Dongkrak Penjualan Lahan Kawasan Industri

-jktproperty.com
Share on: 2710 Views
Kemudahan Perizinan Dongkrak Penjualan Lahan Kawasan Industri
Kawasan Industri Kendal
IZIN PICU PENJUALAN KI: Pengusaha kawasan industri mengungkapkan kemudahan perizinan dalam investasi di kawasan industri akan memicu penjualan lahan kawasan industri (KI). PT Kawasan Industri Kendal, anak usaha PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. menyatakan sebanyak delapan investor siap melakukan groundbreaking pembangunan pabrik di kawasan industri Kendal.

JAKARTA, jktproperty.com – Pengusaha kawasan industri mengungkapkan kemudahan perizinan dalam investasi di kawasan industri akan memicu penjualan lahan kawasan industri (KI). PT Kawasan Industri Kendal, anak usaha PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. menyatakan sebanyak delapan investor siap melakukan groundbreaking pembangunan pabrik di kawasan industri Kendal.

Direktur Operasional Jababeka Hyanto Winadhi mengatakan saat ini sudah ada satu perusahaan yang beroperasi di Kendal. Adapun, total lahan yang sudah terjual ke telah mecapai 15 hektar.

 “Ada dari sektor tekstil, spare part otomotif, dan furnitur. minat investor untuk membeli lahan di Kendal akan terdongkrak berkat kebijakan kemudahan investasi langsung konstruksi atau KLIK. Investor bisa memulai konstruksi hanya dengan mengantongi izin prinsip yang diproses selama tiga jam,” ujarnya di Jakarta, Jumat (27/5).

Secara khusus, Jababeka juga akan menyediakan kavling lahan untuk zona tekstil. Hyanto menyebut, perseroan berencana membuat kawasan tekstil terpadu yang akan menggabungkan seluruh rantai industri tekstil, mulai dari pabrik hingga factory outlet.

Lebih lanjut dia mengatakan perseroan menyiapkan lahan kosong seluas 100 hektar untuk dimatangkan menjadi siap jual. Jababeka juga akan merampungkan jalan utama sejauh 2 km dari pintu masuk. Untuk pembangunan infrastruktur di Kendal, Jababeka telah mendapat komitmen pinjaman bertenor tiga tahun dari Standard Chartered Bank Singapura senilai US$20 juta. Hingga saat ini perseroan telah menarik pinjaman sebanyak US$5 juta. (PIT)