Selasa, 10/12/2019

Kementerian BUMN Akan ‘Bongkar’ Puluhan Hotel yang Dikelola BUMN

-jktproperty.com
Share on: Facebook 803 Views
Kementerian BUMN Akan ‘Bongkar’ Puluhan Hotel yang Dikelola BUMN
Foto: Grand Inna Bali Beach/Ilustrasi
BISNIS HOTEL BUMN: Kementerian BUMN memberikan sinyal akan ‘membongkar’ bisnis hotel milik BUMN. Pihak kementerian mengatakan, sejatinya BUMN yang memiliki bisnis inti di bidang perhotelan hanya PT Hotel Indonesia Natour yang mengoperasikan beberapa hotel di bawah merek Inna Group Hotel.

JAKARTA, jktproperty.com – Kementerian BUMN memberikan sinyal akan ‘membongkar’ bisnis hotel milik BUMN. Pihak kementerian mengatakan, sejatinya BUMN yang memiliki bisnis inti di bidang perhotelan hanya PT Hotel Indonesia Natour yang mengoperasikan beberapa hotel di bawah merek Inna Group Hotel.

“Tapi saat ini ada 85 hotel yang dimiliki BUMN? Pertamina dan lain-lain. Lalu PT PANN Multifinance (Persero) punya hotel di Bandung besar. Apakah menguntungkan? [pihak BUMN pengelola hotel mengatakan] Iya pak itu bantu kami bayar gaji-gaji’,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Selasa (10/12).

Menurut dia, selain bisnis hotel, banyak BUMN yang punya bisnis logistik. Padahal hanya satu BUMN yang punya bisnis inti di logistik, yaitu PT Pos Indonesia (Persero). “Perkebunan ada, Pelindo, Garuda. Semua ada logistik. Ada 30-an punya logistik,” kata Arya.

Tidak hanya hotel dan logistik, sejumlah BUMN juga punya bisnis rumah sakit. Sementara hanya ada satu BUMN yang punya bisnis inti di rumah sakit, yaitu Indonesia Healthcare Corporation yang diresmikan di era Menteri BUMN Rini Soemarno. “Ini punya itu. Saya lagi hitung berapa RS kita punya,” ujar Arya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir mengaku bingung setelah mengetahui kebanyakan perusahaan pelat merah memiliki bisnis hotel. Padahal, bisnis inti dari perusahaan BUMN tersebut bukan di bidang perhotelan.

“Semua BUMN nih punya bisnis hotel. Nah, ini kenapa kita harus konsolidasi semua sesuai dengan core bisnisnya,” ujar Erick di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/12).

Dia mencontohkan, seperti yang terjadi di PT PANN (Persero). Menurut Erick, PT PANN merupakan perusahaan pembiayaan untuk kapal, tetapi PT PANN sendiri memiliki anak usaha di bidang perhotelan. (PIT)