Kamis, 24/07/2014

Kelola Dana Pensiun Rp126 Triliun, Taspen Bangun Pencakar Langit

-jktproperty.com
Share on: 1268 Views
Kelola Dana Pensiun Rp126 Triliun, Taspen Bangun Pencakar Langit
Foro: Ilustrasi.
PENCAKAR LANGIT: Mengelola dana pensiun Rp126 triliun, PT Taspen (Persero) merencanakan membangun perkantoran setinggi 400 meter di CBD Jakarta. Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp5 triliun.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Taspen (Persero), Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang asuransi tabungan hari tua dan dana pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS), memastikan akan membangun gedung pencakar langit setinggi 400 meter di kawasan central business district (CBD) Jakarta, tepatnya di Jl. Jend. Sudirman.

Menurut Dirut PT Taspen Iqbal Latanro, pihaknya hingga kini masih melakukan finalisasi terkait perizinan hingga kajian pengembangan tower perkantoran tersebut. “Masalah lahan yang sempat menjadi kendala juga telah selesai dan kini tengah diproses sertifikasinya. Kami siap merealisasikan pembangunan perkantoran ini dalam waktu dekat,” ujarnya di Jakarta.

Iqbal mengatakan rencananya Taspen akan membangun gedung perkantoran berlantai 50 dengan ketinggian 400 meter, persis di sebelah Menara BNI 46.  “Nantinya akan menjadi salah satu perkantoran tertinggi di Jakarta.”

Lebih lanjut dia mengatakan Taspen akan menggandeng parter investor lain agar dana yang digelontorkan Taspen nantinya tidak mengganggu pengelolaan dana pensiun. “Jadi tidak 100% dibangun Taspen, ada pihak ketiga yang kami ajak berinvestasi, ini semata agar dana yang dikeluarkan Taspen tidak terlalu besar sehingga dana pensiun tetap dalam posisi aman.”

Perihal investasi Taspen di sektor properti, Iqbal mengatakan secara hukum Taspen diperbolehkan melakukan investasi ke berbagai portofolio. Salah satunya adalah investasi langsung berupa pembangunan gedung pencakar langit. “Jadi tidak ada masalah. Taspen secara UU diperkenankan investasi langsung dan tidak langsung. Ini juga untuk optimalisasi aset yang dikelola Taspen,” tutur Iqbal.

Hingga kini, demikian Iqbal, total dana pensiun yang diinvestasikan perseroan per Juni 2014 mencapai Rp126 triliun. Portofolio investasi terbesar ada pada surat utang negara yakni sebanyak 70% sedangkan sisanya bersumber dari saham hingga deposito. “Hasil investasi atau yield sebesar 10% dari investment. Terbesar di obligasi pemerintah atau SUN.”

Sebelumnya, April lalu, Iqbal mengatakan Taspen akan membangun empat tower perkantoran secara bertahap dengan nilai investasi mencapai Rp5 triliun. “Tahun ini kita mulai dan dijadwalkan semuanya rampung pada 2018,” katanya. (GUN)