Jumat, 27/10/2017

Kaum Milenial Kunci Memenangkan Persaingan Perbankan

-jktproperty.com
Share on: 1994 Views
Kaum Milenial Kunci Memenangkan Persaingan Perbankan
PERAN KAUM MILENIAL: Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk yang juga sebagai Ketua Himbara Maryono didampingi Direktur Bank BTN Mahelan (kedua kiri) berfoto bersama dengan Wakil Rektor II Universitas Negeri Medan Restu (ketiga kanan), Wakil Rektor III Universitas Negeri Medan Sahat Siagian (kedua kanan), Wakil Rektor I Universitas Negeri Abdul Hamid (kiri) dan Corsec Bank Btn Agus Susanto (kanan) usai penandatnganan kerjasama Bank BTN dengan Universitas Negeri Medan di sela acara kuliah umum dengan tema Prospek Dan Tantangan Perbankan Dan Industri Perumahan Indonesia di Era Digitalisasi, di Universitas Negri Medan, Jumat (27/10).

MEDAN, jktproperty.com –¬†Era digitalisasi perbankan di pasar global membutuhkan peran serta anak muda dan mahasiswa untuk bergabung mengambil peran agar bersama kaum milenial perbankan dapat memenangkan persaingan.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Maryono mengatakan saat ini, digitalisasi sudah memasuki seluruh sendi bisnis, termasuk sektor perbankan. Asean Economic Community merupakan tantangan yg harus dihadapi perbankan Indonesia.

“Sepuluh atau dua puluh tahun lalu, transaksi perbankan harus di bank. Kemudian berkembang kartu ATM. Dengan kartu, transaksi tarik rekening atau menabung tanpa harus ke kantor bank,” katanya melalui siatan pers yang diterima jktproperty.com.

Dia mengatakan hal itu saat memberikan kuliah di depan ribuan mahasiswa Universitas Negeri Medan, Jumat (27/10) di Medan, Sumatera Utara dengan tema “Prospek dan Tantangan Perbankan di era digitalisasi”.

Era digitalisasi menurut Maryono, yang juga sebagai Ketua Himbara itu, bisa dianggap sebagai berkah bagi industri perbankan karena secara operasional perbankan bisa lebih irit atau efisien.

Termasuk fintech yang sudah menjadi isu global masuk ke dalam situasi bisnis yang menjadi tantangan bank untuk dapat beradaptasi. Hal ini diikuti pula oleh seretnya dana pihak ketiga dimana bank mulai berlomba mencari dana murah dari masyarakat.

Oleh karena itu BTN saat ini mulai menyasar lingkungan kampus sebagai basis milenial untuk menjadi salah satu obyek pengembangan bisnis sekaligus dalam rangka mencari dan menyiapkan SDM handal sebagai entepreneur muda untuk turut berperan dalam membangun bangsa.

Kami akan membangun kampus dengan konsep BTN Zone dimana seluruh layanan kampus dan mahasiswa dalam belajar di lingkungan kampus akan dapat diakses dengan sistem layanan perbankan. Proyek BTN Zone ini akan kami kembangkan pada kampus di seluruh Indonesia yang sudah bekerjasama dengan Bank BTN, katanya.

“Sebagai bank yang fokus di pembiayaan perumahan, BTN menyatakan siap dalam menghadapi kondisi itu. BTN tetap konsisten mendukung program Pembangunan Sejuta Rumah yang digariskan Presiden Joko Widodo,” tambah Maryono.

Tiga tahun pemerintahan Joko Widodo-JK menurutnya telah berhasil membuka jalur bisnis sebagai modal dalam mengembangkan berbagai industri kerakyatan sebagai lokomotif ekonomi nasional. Infrastruktur dibukanya banyak jalan tol di daerah yang memiliki potensi bisnis telah membuka ladang baru bagi tumbuhnya ekonomi. Banyak permukiman mulai dibangun dan ini mengait padan 170 industri turutannya menjadi prospek yang sangat besar dan perlu untuk digarap.

Perseroan lanjutnya, telah membiayai berdirinya 1,44 juta unit rumah di seluruh Indonesia dengan nilai penyaluran kredit properti baik berupa KPR maupun kredit konstruksi mencapai Rp155,9 triliun sejak program Sejuta Rumah digulirkan pada 29 April 2015 lalu.

Program sejuta rumah ini memberikan peluang bagi bisnis BTN tumbuh lebih baik. Potensi kredit yang akan terus tumbuh dan aset yang akan meningkat tajam bakal menjadi peluang BTN ke depan sebagai bank pemegang pangsa kredit terbesar dengan porsi yang ditargetkan bakal mencapao 40 persen.

Adapun hingga akhir tahun ini, Bank BTN menargetkan penyaluran kredit konstruksi dan KPR untuk 666 ribu unit rumah terdiri dari 504.122 unit untuk KPR Subsidi dan 161.878 unit untuk konstruksi rumah non-subsidi, serta penyaluran KPR non-subsidi. (TIT)