Rabu, 03/09/2014

Jusuf Kalla: “Bangun Rumah Rakyat, Jangan Padang Golf!”

-jktproperty.com
Share on: 710 Views
Jusuf Kalla: “Bangun Rumah Rakyat, Jangan Padang Golf!”
Jusuf Kalla

JAKARTA, jktproperty.com – Meskipun wajahnya seringkali mengurai senyum, Wakil presiden terpilih pada Pilpres 2014 Jusuf Kalla bisa juga bicara keras dan tegas. Itu dia tunjukan saat bertatap muka dengan pengembang anggota Real Estate Indonesia (REI) di Jakarta belum lama ini.

JK, begitu dia biasa disapa, mendorong pengembang untuk terus membangun rumah bagi rakyat miskin. Dalam pandangan JK, sah-sah saja pengembang memprioritaskan pembangunan properti komersial atau residensial untuk kebutuhan orang kaya. Tapi bukan berarti mereka menutup mata akan kebutuhan orang miskin, termasuk rumah murah.

“Saya paling benci lahan digunakan untuk pembangunan padang golf. Bangun rumah rakyat, jangan hanya bangun lapangan golf,” kata pria kelahiran Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942 ini.

Bila pengembang lebih suka membangun padang golf ketimbang rumah buat rakyat miskin, demikian JK, maka sejatinya negeri ini sudah sangat bobrok. “Benar-benar tragis negeri ini kalau cara berpikirnya seperti itu,” kata Jusuf Kalla.

JK berjanji bila pemerintahan Jokowi-JK sudah efektif maka akan lebih mengedepankan pembangunan perumahan untuk rakyat miskin. “Rakyat harus punya rumah yang layak,” tegas JK.

Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla adalah Wakil Presiden Indonesia yang menjabat pada 2004–2009 dan Ketua Umum Partai Golongan Karya pada periode yang sama. JK menjadi capres bersama Wiranto dalam Pilpres 2009 yang diusung Golkar dan Hanura.

Pada 19 Mei 2014, JK secara resmi dicalonkan sebagai cawapres mendampingi Joko Widodo dalam deklarasi pasangan capres-cawapres Jokowi-JK, di Gedung Joang ’45, Jakarta Pusat. Pasangan ini diusung oleh empat partai yaitu PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hanura.

Tahun 1968, Jusuf Kalla menjadi CEO dari NV Hadji Kalla. Di bawah kepemimpinannya, NV Hadji Kalla berkembang dari sekedar bisnis ekspor-impor, meluas ke bidang-bidang perhotelan, konstruksi, pejualan kendaraan, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan udang, kelapa sawit, dan telekomunikasi. (LEO)