Rabu, 06/01/2016

Jokowi: “Sekarang Eranya Bekerja dan Berkompetisi”

-jktproperty.com
Share on: 3431 Views
Jokowi: “Sekarang Eranya Bekerja dan Berkompetisi”
Jokowi

JAKARTA, jktproperty.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada satu era dimana bekerja dan berkompetisi menjadi satu kemutlakan. Apalagi saat ini Indonesia juga dihadapkan pada era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang juga akan menyentuh sektor konstruksi.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi saat menghadiri Peluncuran Penandatanganan Kontrak Kegiatan Tahun Anggaran 2016 di Kementerian PUPR, Rabu (6/1). “Kalau hari ini kontraknya sudah ditandatangani, besok harus kerja. Jadi Januari ini semua kontrak yang ada harus segera dikerjakan. Sekarang ini eranya bekerja dan berkompetisi” katanya.

Sebanyak 644 paket dengan nilai Rp8,81 triliun telah ditandatangani hari ini. Kementerian PUPR menargetkan akan ada 1.026 paket senilai Rp25,8 triliun yang akan mendapatkan kontrak hingga akhir bulan Januari ini. Total paket yang ditandatangani hari ini adalah sebanyak 644 paket dengan nilai kontrak Rp 8,81 triliun. Dari 664 paket, sebanyak 597 paket merupakan paket kecil dengan nilai kontrak di bawah Rp50 miliar. Sementara sisanya, sebanyak 47 paket merupakan paket-paket besar di atas Rp50 miliar.

Nilai kontrak yang ditandatangani hari ini merupakan 10,84% dari total belanja modal Kementerian PUPR Tahun 2016 sebesar Rp81 triliun. Pagu anggaran Kementerian PUPR Tahun 2016 sendiri sebesar Rp104,8 triliun. Adapun paket kontrak yang ditandatangani hari ini adalah bidang Sumber Daya Air (SDA) sebanyak 191 paket senilai Rp811,41 miliar. Kemudian bidang Jalan dan Jembatan sebanyak 436 paket senilai Rp7,93 triliun, bidang Infrastruktur Pemukiman sebanyak 11 paket senilai Rp68,87 miliar, dan bidang Penyediaan perumahan sebanyak 6 paket senilai Rp4,8 miliar.

Menurut dia, pola pengerjaan pada awal tahun ini tergolong baru dilaksanakan di Indonesia. Biasanya, penandatanganan kontrak dilaksakan pada April, Mei, atau Juni, bahkan Oktober. Hal itu yang kemudian seringkali memperlambat penyerapan anggaran. Karena itu, Jokowi berencana akan mendorong seluruh kementerian untuk bekerja dari awal tahun.

Berkaitan dengan penyerapan anggaran, Jokowi puas atas kinerja Kementerian PUPR yang berhasil menyerap anggaran sebesar 94% pada 2015, lebih sedikit dari target awal sebesar 93%. Selain mampu mempercepat realisasi penyerapan anggaran, penandatanganan kontrak ketika awal tahun juga mampu memberikan dampak lain terkait pertumbuhan ekonomi.

“Hal ini tentu saja akan mendorong memberikan stimulasi kepada pertumbuhan ekonomi. Jangan sampai ekonomi yang sekarang ini orang sudah percaya, investor dan dunia usaha percaya tidak terjaga akibat kita lalai,” katanya.

Menyinggung soal kesiapan Indonesia menghadapi era MEA, dia mengatakan angka kontrak yang ada sangat baik dalam mendukung pertumbuhan sektor ekonomi Indonesia, terlebih untuk mendukung Indonesia berpartisipasi dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Sekarang ini era kompetisi dan sudah masuk ke MEA. Kalau pola lama masih kita teruskan, jangan kaget kalau orang-orang luar akan masuk dan menguasai produk serta proyek-proyek kita. Ini berbahaya kalau kita tidak mengubah tradisi dan pola kerja kita,” kata Jokowi.

Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan Peluncuran Penandatanganan Kontrak Kegiatan Tahun Anggaran 2016. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk percepatan penyerapan anggaran tahun 2016.

“Acara ini bukan seremonial, namun semata-mata laporan Kementerian PUPR kepada masyarakat bahwa kita siap bekerja awal Januari 2016. Biasanya penyerapan anggaran pada Mei-Juni sebesar 6%, kita akan tarik pada Januari sehingga penyerapan anggaran lebih baik,” demikian Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (EKA)