Jumat, 09/10/2015

Jaya Suprana: “Memilih Desain Properti Itu Hak Asasi Konsumen”

-jktproperty.com
Share on: 1549 Views
Jaya Suprana: “Memilih Desain Properti Itu Hak Asasi Konsumen”
Jaya Suprana

JAKARTA, jktproperty.com – Jaya Suprana, pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) ternyata juga cukup concern terhadap industri properti nasional. Buktinya, dia memperhatikan secara seksama bagaimana pengembang menawarkan produk-produk propertinya.

“Konsumen seperti tidak punya pilihan, terutama desain propertinya,” katanya saat hadir pada acara pemberian penghargaan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di Jakarta, pekan ini. Paramount Land menyabet Rekor MURI karena desain yang disediakan bukan hanya terbanyak di Indonesia, tapi juga di dunia. Penghargaan diserahkan oleh Jaya Suprana selaku Ketua MURI kepada Andreas Nawawi, Managing Director PT Paramount Land.

Menurut dia, pengembang seperti Paramount Land punya pengecualian. Paramount Serpong, Tangerang, Banten, terus melakukan inovasi terhadap produk-produk yang ditawarkan. Di perumahan seluas 800 hektar itu konsumen dapat memilih desain rumah yang diinginkan (custome home) karena pengembangnya menyiapkan 1.296 macam desain di cluster Malibu Village yang luasnya mencapai 11 hektar.

“Dalam hal consumer oriented, Paramount Land telah menjunjung ‘hak asasi’ konsumen dengan menawarkan banyak desain,” kata pemilik nama asli Phoa Kok Tjiang yang lahir di Denpasar, Bali pada 27 Januari 1949 ini.

Di kluster ini Pilihan desain sebanyak itu mencakup 18 pilihan desain fasad (Classic, American, Scandinavian, Japan, Mediterranean, Modern, Victorian, Colonial, Art Deco), tiga pilihan finishing (cat, batu alami dan batu artifisial) dan tiga pilihan warna fasad. Selain itu ada delapan paket spesifikasi (spek) kelengkapan rumah laik huni, seperti plafon, toilet, pintu panel, jenis lantai, jenis cat, dan beberapa lainnya.

Custome home menjadi primadona produk kami, karena kami menyadari setiap orang pasti ingin rumah yang berbeda dengan tetangganya,” kata Aryo Tri Ananto, Direktur PT Paramount Land.

Konsep custome home ini direspon positif oleh konsumen. Sejak dipasarkan Maret 2015, dari 1.074 rumah di cluster Malibu Village terjual 60 persen. Mayoritas pembelinya end user (dihuni). Malibu Village menawarkan rumah dengan luas bangunan 55-68 meter persegi, tanah 48-56 meter persegi seharga mulai Rp800 jutaan/unit.

Selain Paramount Serpong, Paramount Land tengah menyiapkan perumahan menengah atas di Manado, Sulawesi Utara. Pada tahap pertama perumahan seluas 20 ha itu akan memasarkan 200 unit, semuanya rumah dua lantai. “Manado punya potensi bisnis luar biasa, di Bitung ada pelabuhan yang akan menjadi pintu gerbang nasional ke Asia Timur, AS, dan Oceania. Ini akan mendorong nilai tambah industri properti,” ujarnya. (DHP)