Senin, 25/02/2013

Jakarta Tak Nyaman, Investor Hotel Lirik Daerah Pinggiran

-jktproperty.com
Share on: 511 Views
Jakarta Tak Nyaman, Investor Hotel Lirik Daerah Pinggiran

JAKARTA, jktproperty.com – Survei Properti Komersial Bank Indonesia mengungkapkan frekuensi demonstrasi yang kerapkali terjadi di Jakarta membuat investor hotel melirik daerah pinggiran Jakarta sebagai lokasi pembangunan hotel baru. Demonstrasi yang seringkali terjadi di Jakarta membuat tamu-tamu hotel merasa tak nyaman tinggal di hotel di Jakarta.

Hingga akhir 2012 lalu, BI mencatat terjadinya tren pembangunan hotel-hotel baru di kawasan pinggiran Jakarta.

“Selain karena terbatasnya lahan, alasan lain pengembang melirik kawasan pinggir Jakarta adalah karena faktor keamanan. Demonstrasi seperti demo buruh seringkali terjadi di wilayah pusat Jakarta, hal ini menyebabkan turis serta pendatang yang tengah berkunjung ke Jakarta menjadi enggan untuk menginap di hotel yang dekat dengan kawasan tersebut,” demikian survei BI yang dipublikasikan belum lama ini.

Daerah pinggiran menjadi pilihan favorit investor hotel. Di Banten misalnya, hingga triwulan IV-2012 pasokan kumulatif kamar hotel di Banten 2.277 kamar, dimana 55,25% di antaranya berasal dari kawasan Tangerang, yang juga menjadi kawasan pinggiran paling dicari investor hotel.

Pada periode tersebut bertepatan dengan liburan Natal dan Tahun Baru tingkat hunian hotel di Provinsi Banten sedikit mengalami peningkatan, dari yang sebelumnya 65,78% menjadi 67,41%, yang diikuti dengan kenaikan tarif kamar sebesar 3,51% (qtq) menjadi Rp820.887/kamar/malam.

Kondisi ini terutama terjadi pada hotel yang berlokasi di Anyer, Serang dan Merak, dimana tingkat hunian dan tarifnya meningkat (qtq) masing-masing sebesar 5,22% dan 6,09% menjadi 70,19% dan Rp911.773/kamar/malam.

Berdasarkan jenisnya, kenaikan tarif kamar hotel terbesar berasal dari hotel bintang 3 (4,47%, qtq) menjadi Rp667.180/kamar/malam, diikuti oleh hotel bintang 5 (2,87%) menjadi Rp1.060.804/kamar/malam, dan terakhir hotel bintang 4 (2,81%) menjadi Rp834.080/kamar/malam.

Seiring dengan tumbuhnya ekonomi nasional, aktivitas bisnis di wilayah Banten khususnya Tangerang dan Tangerang Selatan pun akan mengalami kenaikan. Hal ini diperkirakan akan meningkatkan permintaan kamar hotel untuk mengakomodasi kegiatan bisnis tersebut. (GUN)