Rabu, 08/04/2015

Jababeka Bangun Tanjung Lesung Marina Boutique Hotel

-jktproperty.com
Share on: 2237 Views
Jababeka Bangun Tanjung Lesung Marina Boutique Hotel
Ilustrasi
BANGUN HOTEL BOUTIQUE: Pembangunan Tanjung Lesung Marina Boutique Hotels sebagai bukti keseriusan Jababeka dalam membangun kawasan Tanjung Lesung menjadi kota pariwisata tingkat dunia dan kawasan Marina terbesar di Asia Tenggara.

JAKARTA, jktproperty.com – Untuk membuktikan keseriusannya dalam membangun Tanjung Lesung menjadi kota pariwisata kelas dunia dan kawasan Marina terbesar di Asia Tenggara, bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya, Dirut PT Jababeka Setyono Djuandi Darmono hari ini meluncurkan Tanjung Lesung Marina Boutique Hotels. Butik hotel yang akan dibangun berjumlah sebanyak 100 unit dengan total 1.000 kamar dan ditawarkan secara terbuka kepada para investor.

Kawasan Tanjung Lesung yang berada di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, hanya berjarak 180 km dari Jakarta. Kawasan ini telah diresmikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata oleh Presiden Jokowi pada tanggal 23 Februari 2015, setelah sebelumnya ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2012. Dengan dijadikannya kawasan Tanjung Lesung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) akan memberikan kepastian hukum dan mempermudah investor untuk berinvestasi dengan nyaman.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Tanjung Lesung sebagai destinasi pariwisata yang melengkapi 3 aspek terbaik, yaitu amenitas,atraksi dan akses. “Pariwisata dan properti bila bersatu akan menjadi kekuatan yang sempurna. Tanjung Lesung Marina Boutique Hotel ini adalah unsur amenitas dari sempurnanya satu destinasi pariwisata, disamping atraksi budaya dan keindahan alamnya, akses menuju Tanjung Lesung pun akan segera dibangun untuk mempermudah wisatawan datang kesana, target kita sekitar 1 juta wisatawan lokal dan asing akan datang kesana,” ujar Arief seperti dikutip laman thepresidentpostindonesia.com.

Arief Yahya berharap dengan daya tarik khususnya akan banyak investor yang masuk untuk membantu mengembangkan kawasan ekonomi khusus pariwisata ini. Lebih lanjut Ia mengatakan pembangunan kawasan Tanjung Lesung ini sebagai proyek percontohan dari 100 Kawasan Ekohomi Khusus (KEK) pariwisata yang dicanangkan pemerintah akan selesai pada tahun 2019. Arief pun mengharapkan proyek ini akan dapat mensejahterakan masyarakat Banten pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Sementara itu Dirut PT Jababeka S.D. Darmono mengatakan pembangunan Tanjung Lesung Marina Boutique Hotels ini sebagai bukti keseriusan Jababeka dalam membangun kawasan Tanjung Lesung menjadi kota pariwisata tingkat dunia dan kawasan Marina terbesar di Asia Tenggara. “Ini sebagai bukti kalau kita serius membangun kawasan Tanjung Lesung, sehingga investor tidak perlu ragu untuk berinvestasi disana. Pemerintah pun sangat mendukung sehingga investor tidak akan dipersulit, termasuk investor asing sangat tebuka peluang untuk berinvestasi disini dengan nyaman seperti halnya di Singapura, kami menjamin itu,” terang Darmono.

“Jababeka berkomitmen untuk menciptakan kota modern yang mandiri di setiap provinsi di Indonesia dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan untuk kehidupan yang lebih berkualitas, pembangunan Tanjung Lesung Marina Boutique Hotels ini hanya awalnya saja, kedepannya kita akan membangun rumah murah untuk para pegawai yang bekerja di Tanjung Lesung ini. Rumahnya pun akan kita bangun dengan banyak kamar, sehingga bisa disewakan juga untuk wisatawan yang datang kesana. Intinya investasi di kawasan Tanjung Lesung ini adalah investasi yang terbaik menurut saya,” lanjutnya.

Pembangunan Tanjung Lesung Marina Boutique Hotels ini diperkirakan akan selesai bersamaan dengan selesainya pembangunan jalan tol Serang-Panimbang yang ditargetkan Presiden Jokowi akan selesai dalam jangka waktu 3 tahun. Total investasi untuk pembangunan Marina sendiri di Tanjung Lesung ini diperkirakan sebesar 800 miliar sedangkan investasi untuk hotel sekitar 5-6 miliar per hotel. Tanjung Lesung Marina Boutique Hotels merupakan investasi yang sangat menarik dan terbaik di kota yang akan menjadi kota pariwisata kelas dunia.

Tanjung Lesung akan menjadi titik tolak dari Asean Trade Area di provinsi Banten. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata ini sangat prospektif bagi pengembangan dan investasi di berbagai bidang. Keberhasilan pembangunan Tanjung Lesung akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kawasan terpencil dengan potensi yang besar, melalui tourism,trade and investment sehingga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal pada khususnya dan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. (EKA)