Rabu, 25/06/2014

Ishak Chandra: “Tak Punya Cash, Saya Ekstrimis Properti”

Ishak Chandra: “Tak Punya <em>Cash</em>, Saya Ekstrimis Properti”
Ishak Chandra

JAKARTA, jktproperty.com – Dalam hal investasi di sektor properti Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy & Services Sinarmas Land, ternyata tidak mau kalah dengan Aidil Akbar Madjid, wealth planner yang mengaku portofolio asetnya 80% adalah properti.

“Kalau Pak Aidil Akbar 80% portofolio asetnya dalam bentuk properti, saya lebih dari itu. Hampir 90% portofolio aset saya di properti. Tak punya cash, saya ini ekstrimis properti,” katanya berseloroh disambut tawa para peserta workshop investasi properti yang diselenggarakan Sinarmas Land pekan ini.

Ishak mengaku investasi di properti memang bukan investasi yang likuid, tapi tidak ada jenis investasi yang menggiurkan selain properti. “Kita bisa memperoleh rental income dari properti yang kita beli. Selain itu, kita juga mendapat capital gain dari kenaikan harga properti. Itu yang membuat saya sangat antusias berinvestasi di properti,” kata pria kelahiran 14 Agustus 1969 ini.

Akan halnya investasi, Ishak mengatakan sangat terinspirasi oleh pernyataan taipan properti asal Hong Kong, Li Ka-Shing yang mengatakan bahwa tidak peduli berapa pun gaji yang kita peroleh kita harus menyisihkan setidaknya seperempat penghasilan kita untuk investasi.

“Dari penghasilan itu, 30% untuk kebutuhan hidup, 20% untuk making friends, 15% untuk memperkaya diri kita dengan ilmu, 10% untuk berlibur dan 25% untuk investasi,” tutur Ishak yang memperoleh gelar MBA dari University of Central Arkansas, AS, pada 1997 ini.

Penggemar golf ini sedikit memberi tips bagi Anda yang mau berinvestasi di properti. Kalau dulu properti yang pertama dinilai adalah lokasinya, kedua lokasi dan ketiga lokasi, namun itu tidak berlaku lagi sekarang ini.

“Kalau Anda mau investasi di properti yang penting diperhatikan adalah akses, akses dan akses. Properti meski berada di lokasi di dalam kota namun aksesnya buruk dengan kemacetan yang luar biasa misalnya, menjadi kurang menarik. Buat saya akses adalah yang utama, bukan lagi lokasi,” tutur ayah dua orang anak ini. (DHP)