Senin, 22/10/2012

Investor Jepang Tertarik Benahi Infrastruktur Tanjung Lesung

-jktproperty.com
Share on: 365 Views
Investor Jepang Tertarik Benahi Infrastruktur Tanjung Lesung

JAKARTA: Dua investor asal Jepang, yakni Longlife Holding Co. Ltd dan Damac Holding tertarik dan berniat membenahi infrastruktur jalan di kawasan Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten bekerjasama dengan PT Banten West Java Tourism Development yang selama ini mengelola resor di Tanjung Lesung. Sementara satu perusahaan properti asal Uni Emirat Arab disebut-sebut juga berminat mengembangkan kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata di kawasan tersebut.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu pada acara Indonesia Tourism Investment Day di Hotel JW Marriot, Jakarta, mengatakan MoU pengembangan infrastruktur jalan di kawasan Tanjung Lesung telah ditanda-tangani antara PT Banten West Java dengan kedua perusahaan asal Jepang. “Kerjasama ini merupakan bagian dari pengembangan KEK pariwisata Tanjung Lesung,” katanya.

Menurut dia, Tanjung Lesung merupakan kawasan wisata yang potensial dikembangkan. Namun persoalannya, akses jalan yang ada tidak mendukung, terutama bagi pelancong dari Jakarta. “Ini lebih pada masalah infrastruktur jalan. Untuk menuju ke sana waktu tempuh dengan menggunakan perjalanan darat lebih dari 4 jam,” tutur Mari.

Kawasan wisata Tanjung Lesung terletak di Pandeglang-Banten memiliki keindahan panorama alam yang sungguh menakjubkan. Pantai Tanjung Lesung merupakan bagian dari kawasan barat Selat Sunda. Kawasan ini merupakan salah satu jalur yang dilewati kapal-kapal pesiar asing di pelintasan Samudera Hindia menuju Australia, sehingga kawasan Tanjung Lesung dapat dikembangkan menjadi kawasan marina. Tanjung Lesung sudah menjadi destinasi favorit wisata kapal layar yang digemari para ekspatriat. Bahkan Jababeka akan menjadikan kawasan ini sebagai calon Kota Baru yang tidak kalah dengan Nusa Dua Bali atau Pantai Miami di Florida, AS.

Pada kesempatan itu pula ditandatangani perjanjian kerjasama antara PT Bali Tourism Development Corporation (Mandalika Project) dengan PDAM Lombok Tengah dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta perjanjian sewa antara Mandalika Project dengan Novotel Lombok. Nilai total proyek tersebut mencapai Rp2 triliun.

Sementara itu pihak PT Kawasan Industri Jababeka Tbk yang sebelumnya mengakuisisi PT Banten West Java Tourism Development dan PT Tanjung Lesung Leisure Industry yang mengelola kawasan wisata pantai terpadu Tanjung Lesung Resort mengungkapkan, siap mengembangkan Tanjung Lesung menjadi kawasan wisata terpadu. Pihak perusahaan, kata Direktur Jababeka Hyanto Wihadhi juga tengah mempersiapkan peta terpadu pengembangan kawasan resor ini.

Tanjung Lesung merupakan salah satu KEK sektor parawisata yang akan dikembangkan pemerintah. Investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan wilayah tersebut mencapai sekira Rp3,8 triliun. (WED)