Rabu, 10/02/2016

Investasi Perhotelan di Asia Pasifik 2016 Diprediksi Capai US$8,5 Miliar

-jktproperty.com
Share on: 3225 Views
Investasi Perhotelan di Asia Pasifik 2016 Diprediksi Capai US$8,5 Miliar
Ilustrasi/Marco Polo Shenzhen
PASAR PERHOTELAN: Konsultan properti JLL memproyeksikan kawasan Asia Pasifik akan menjadi tujuan investasi internasional di bidang perhotelan. Sepanjang tahun ini, demikian JLL, nilai investasi perhotelan di kawasan Asia Pasifik akan mencapai US$8,5 miliar atau setara dengan Rp115,6 triliun dengan kurs rupiah Rp13.600 per dolar AS.

JAKARTA, jktproperty.com – Konsultan properti JLL memproyeksikan kawasan Asia Pasifik akan menjadi tujuan investasi internasional di bidang perhotelan. Sepanjang tahun ini, demikian JLL, nilai investasi perhotelan di kawasan Asia Pasifik akan mencapai US$8,5 miliar atau setara dengan Rp115,6 triliun dengan kurs rupiah Rp13.600 per dolar AS.

JLL Hotels & Hospitality dalam publikasinya mengungkapkan sepanjang 2015 lebih dari 33.000 kamar hotel berpindah tangan di Asia Pasifik dengan nilai transaksi US$9,2 miliar atau sekitar Rp125 triliun. Investor asal China, Hong Kong, dan Timur Tengah mendominasi aksi akuisisi bernilai besar tahun lalu.

“Transaksi besar tahun lalu mencakup penjualan InterContinental Hong Kong senilai US$938 juta dan the Westin Sydney senilai Aus$445 juta. Tahun ini, kami kira aktivitas transaksi di seluruh kawasan akan sedikit melambat, dengan kecenderungan beralih ke pasar sekunder di Asia Tenggara dan Samudra Hindia,” ujar CEO JLL Hotels & Hospitality Asia Scott Hetherington.

Sementara Global CEO JLL Hotels & Hospitality Group Mark Wynne Smith mengatakan, sepanjang tahun lalu, konsolidasi antara sejumlah brand hotel ternama terjadi di kawasan Asia Pasifik, di antaranya pembelian Starwood oleh Marriot dan akuisisi grup Hotel Fairmont oleh Accor.

Menurutnya, konsolidasi antara sejumlah brand hotel tahun ini pun masih akan berlanjut. Pertumbuhan pasar yang tinggi mendorong strategi konsolidasi antara brand hotel untuk meningkatkan pertumbuhan dan memenangi persaingan. “Di tengah persaingan dunia properti dan keterbatasan untuk menghadirkan pasokan baru, cara terbaik sering kali adalah dengan mengakuisisi operator dengan manajemen strategis atau kontrak waralaba,” katanya.

Sepanjang tahun lalu, Jepang menjadi negara dengan volume transaksi terbesar di wilayah Asia Pasifik. JLL memproyeksikan bahwa tren tersebut masih akan berlanjut sepanjang tahun ini. Minat investor asing, terutama dari China, terpantau sangat tinggi terhadap prospek investasi hotel di Jepang.

JLL meyakini ada kemungkinan terjadi peningkatan permintaan dari investor China untuk membeli hotel sekunder di pasar Jepang sepanjang 2016. Investasi hotel oleh investor China setiap tahun kini mencapai sekitar US$1 miliar. Nilai ini diperkirakan masih akan berlanjut tahun ini, bahkan bisa meningkat.

Selain Jepang, pasar di Australia juga diyakini cukup kompetitif, sedangkan pasar Hong Kong dan Singapura diproyeksikan akan kurang aktif dibandingkan tahun lalu.

CEO JLL Hotels & Hospitality Australia Craig Collins mengungkapkan, minat terhadap hotel di Australia bertumbuh cukup tinggi tahun lalu dan diharapkan akan berlanjut tahun ini. Transaksi aset-aset utama di Australia 2 tahun terakhir menunjukkan minat yang masih tinggi terhadap penawaran-penawaran utama di pasar inti Australia. (PIT)