Sabtu, 12/07/2014

Hotel Whiz Prime Cifest Lakukan Soft Opening

-jktproperty.com
Share on: 601 Views
Hotel Whiz Prime Cifest Lakukan <em>Soft Opening</em>
Foto: Dok. Whiz Prime Cifest
SOFT OPENING: Menyasar konsumen dari kawasan industri yang ada di Cikarang, Bekasi, Hotel Whiz Prime Cifest memasuki tahap soft opening. Okupansi hotel di Bekasi, tahun lalu tercatat yang tertinggi di kawasan Jabodetabek.

JAKARTA, jktproperty.com – Hotel Whiz Prime Cifest yang dibangun ISPI Group dan Inti Whiz melakukan soft opening. Hotel ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan akan hotel di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya investasi asing dan lokal di kawasan industti di Cikarang.

Menurut Preadi Ekarto, Komisaris ISPI Group, hotel bintang 3 dengan 122 kamar ini dibangun di Cifest Walk, sebuah kawasan industri yang demand-nya cukup tinggi. “Tak kurang ada 1.000 perusahaan di sini yang berada di beberapa kawasan industri dan umumnya adalah PMA asal Jepang dan Korea Selatan. Keberadaan hotel ini diharapkan mampu mengisi kekurangan pasokan hotel di kawasan industri seperti Cikarang,” katanya pada acara soft opening Whiz Prime Cifest.

Preadi mengatakan pihaknya menyiapkan dana tak kurang dari Rp500 miliar untuk mengembangkan kawasan Cifest Walk, Cifest Hill dan Vila Mutiara Cikarang seluas lebih dari 230 hektar. Di sini juga akan dibangun apartemen, hunian modern serta commercial area. Proyek ISPI Group teranyar ini akan menjadi yang terlengkap di Cikarang dengan ratusan unit ruang ritel, Food and Fun Giant Ekspres, Matador Waterpark, Starmoon Recreation & Culinary Area.

Menurut catatan jktproperty.com, tahun lalu, rata-rata hotel yang beroperasi di Bekasi membukukan okupansi yang cukup tinggi, yakni 85% atau tertinggi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Bahkan secara nasional, pada 2012 lalu  Jones Lang LaSalle Hotels menyebut Indonesia, Thailand, dan Maladewa sebagai pasar potensial bisnis perhotelan di kawasan Asia Pasifik. Potensi besar ketiga negara ini disebabkan naiknya RevPAR (revenue per available room), besarnya minat investor serta dan demand kunjungan yang tinggi. (GUN)