Kamis, 25/10/2018

Hingga Kuartal III-2018 BTN Raup Laba Rp 2,23 Triliun

-jktproperty.com
Share on: Facebook 95 Views
Hingga Kuartal III-2018 BTN Raup Laba Rp 2,23 Triliun
Foto: Humas Bank BTN
KINERJA BANK BTN: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan laba perseoran sebesar 11,51 persen secara tahunan (yoy) menjadi sebesar Rp2,236 triliun atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2 triliun.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan laba perseoran sebesar 11,51 persen secara tahunan (yoy) menjadi sebesar Rp2,236 triliun atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2 triliun.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan pertumbuhan laba BTN disokong pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) yang tercatat mencapai Rp7,54 triliun atau nsik 15,29% dibandingkan kuartal III 2017 yang mencapai Rp6,54 triliun.

“Laba tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan rata-rata industri yang sebesar 8,36%,” ujar Maryono ketika memberikan paparan kinerja kuartal III 2018 kepada media di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Sementara itu, pertumbuhan margin bunga bersih (NIM) sebesar 4,35%. Angka tersebut lebih rendah dibanding pertumbuhan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 4,99%.

Lebh lanjut dia mengatakan hal tersebut disebabkan kondisi perbankan tahun ini cenderung lebih berat dan tercermin dari perbandingan total kredit dan Dana Pihak Ketiga (LDR) yang meningkat dari 109,8% tahun lalu menjadi 112,8% tahun ini.

“Ini tidak semata-mata internal, tapi juga dampak kondisi global yang masih berlangsung seperti perubahan perang dagang antara China dan Amerika Serikat, kemudian kenaikan bunga The Fed yang naik sampai 3 kali dan diimbangi peningkatan (suku bunga acuan BI) 7 days repo rate sampai 4 kali. Inilah yang membuat likuiditas kita semakin ketat sehingga NIM kita turun,” jelas dia.

Maryono menjelaskan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh 16,06% menjadi Rp195,04 triliun, sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya DPK tercatat sebesar Rp168,05 triliun. Data tersebut juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan yang berdasarkan data OJK tumbuh sebesar 6,88% (yoy). (PIT)