Rabu, 09/10/2013

Hingga 2016 Jakarta Bakal Disesaki Belasan Mal Baru

-jktproperty.com
Share on: 849 Views
Hingga 2016 Jakarta Bakal Disesaki Belasan Mal Baru

JAKARTA, jktproperty.com – Meskipun dihadang ‘tuduhan’ bahwa pusat perbelanjaan di Jakarta menjadi salah satu penyebab kemacetan lalu-lintas sehingga ada wacana Pemprov DKI Jakarta akan mengeluarkan moratorium pembangunan mal baru sejak Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai gubernur, dalam tiga tahun ke depan Jakarta bakal kembali disesaki belasan pusat perbalanjaan baru.

Dalam Research & Forecast Report Jakarta Real Estate: Property Sector Overview yang dipublikasikan Colliers International Indonesia pekan ini terungkap jumlah mal yang akan beroiperasi di Jakarta hingga tiga tahun ke depan mencapai 13 mal. Hingga akhir tahun ini saja, demikian laporan tersebut, sebanyak tiga mal akan beroperasi di Jakarta dan satu mal tengah dalam tahap konstruksi. Keempat mal ini di antaranya berlokasi di Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Kawasan CBD.

Sedangkan pada 2014, sebanyak tiga mal direncanakan akan dibangun dan akan masuk tahap konstruksi. Lokasi pembangunan mal ini, di antaranya yaitu di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Untuk kawasan Jakarta Barat sebuah mal akan mencatat record sebagai mal terluas yang akan dibangun pada 2014, yang luasnya mencapai 129.000 m2.

Sementara pada 2015 sebanyak tiga mal akan dibangun. Status ketiganya saat ini adalah masih dalam tahap pembangunan. Colliers International Indonesia juga mencatat pembangunan mal ini berlokasi di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. Sedangkan pada 2016, sebanyak tiga mal lagi akan dibangun masih dalam tahap perencanaan. Mal-mal tersebut di antaranya berlokasi di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan.

Tak hanya di Jakarta, pertumbuhan mal yang luar biasa juga merangsek ke daerah-daerah pinggiran Ibu Kota. Pertumbuhan mal baru di kawasan pinggiran Jakarta seperti Tangerang, Bekasi, Depok dan Bogor terus terjadi. Meskipun demikian, sebagian besar pertumbuhan mal baru didominasi kawasan Tangerang, khususnya Serpong dan di Bekasi.

Menurut Head of Research Coldwell Banker Commercial Meyriana Kesuma, pertimbangan utama pembangun mal oleh pengembang adalah faktor populasi dan daya beli. “Karena populasi di Tangerang dan Bekasi lebih tinggi, maka pembangunan mal di wilayah sekitar Jakarta terkonsentrasi di kedua wilayah itu,” katanya.

Awal tahun ini Coldwell Banker Commercial merilis 10 mal yang akan beroperasi pada 2013 di Jakarta, yakni Ciputra World (Jalan Prof Dr Satrio), Galeria Glodok (Jalan Hayam Wuruk), Pulomas X Venture (Pulomas), Pondok Indah Street Mall (Pondok Indah), Menteng Square (Menteng), Green Bay Pluit (Pluit), GP Plaza (Slipi), Admiralty Mall, Central Park Ekstension (Jalan S Parman) dan Bintaro Lifestyle Center (Bintaro).

Hanya Wacana

Sebelumnya Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta Gamal Sinurat mengatakan rencana moratorium pusat perbelanjaan alias mal yang dicetuskan Gubernur DKI Jakarta Jokowi hanya sebatas wacana. Pasalnya, sampai saat ini tidak ada payung hukum bagi kebijakan tersebut. “Sampai saat ini tidak ada peraturan daerah [perda] yang mengatur tentang moratorium pembangunan mal. Karena itu, tidak mungkin kebijakan tersebut dikeluarkan dalam waktu dekat,” katanya.

Dengan belum adanya payung hukum, maka kata Sinurat, bisa disimpulkan moratorium mal hanya sebatas wacana. Menurutnya, kebijakan yang akan dberlakukan dalam waktu dekat adalah penangguhan izin pembangunan. Ini merupakan satu-satunya langkah yang dapat diambil untuk menekan pertumbuhan pusat perbelanjaan di Ibu Kota. Meski tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat, Sinurat tetap mendukung kebijakan moratorium mal.”Jumlahnya [pusat perbelanjaan] di Jakarta sudah terlalu banyak. Jakarta jadi crowded. Dampak negatifnya ya kemacetan lalu lintas menjadi semakin parah,” tandas Sinurat. (PIT)

  • Normally I’m not one to comment on a website but had to tell you that I must say i enjoy your articles.