Selasa, 04/12/2012

Harga Tanah Mahal Pemerintah Didesak Bebaskan KLB Rusunami

-jktproperty.com
Share on: 62 Views
Harga Tanah Mahal Pemerintah Didesak Bebaskan KLB Rusunami

JAKARTA: Pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) mendesak pemerintah membebaskan aturan koefisien lantai bangunan (KLB) pada pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) agar program ‘1.000 Menara Rusunami’ yang berjalan terseok-seok saat ini bisa diaktifkan kembali. Menurut Setyo Maharso, Ketua Umum DPP REI, harga tanah di perkotaan untuk membangun rusunami sudah sangat mahal sehingga KLB yang ditetapkan menjadi tidak menarik lagi. “Kalkulasi pengembang, dengan pembebasan KLB itu maka pengembang bisa mensubsidi harga tanah di perkotaan yang sudah sangat mahal,” katanya.

Pada 2008 lalu pengembang rusunami pernah mengusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo [waktu itu], dimana pada setiap 2 hektar tanah pengembang bisa membangun 4.000 unit rusunami. Foke, demikian Fauzi Bowo biasa disapa, keberatan dengan usulan itu karena menurut dia sama saja dengan memindahkan daerah kumuh.

“Kalau mereka [pengembang] membangun 4.000 unit rusunami di atas lahan 2 hektar, kalau masing-masing unit diisi 4 orang, berarti ada 16.000 orang di rusunami itu. Jadi bisa dibayangkan, ini sama dengan memindahkan satu kelurahan di 2 hektar. Ini sama dengan memindahkan kekumuhan,” kata Foke.

Dengan tidak adanya titik temu antara pengembang dan Pemprov DKI Jakarta, demikian Setyo Maharso, banyak pengembang memilih tidak membangun rusunami yang disubsidi pemerintah tetapi membangun apartemen murah dengan kisaran harga Rp200 juta-Rp400 juta per unit. “Walaupun tanpa disubsidi, membangun apartemen murah ini lebih menguntungkan dibandingkan rusunami dengan KLB yang sekarang ini,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan anggota REI saat ini telah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) sekitar 258 menara rusunami, tetapi belum semuanya terbangun karena terkendala oleh regulasi yang belum jelas. (YOG)