Kamis, 19/07/2012

Harga Tanah Lahan KI Tercatat Paling Tinggi

-jktproperty.com
Share on: 1203 Views
Harga Tanah Lahan KI Tercatat Paling Tinggi

JAKARTA: Kenaikan harga tanah di kawasan industri tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan harga properti jenis lain. Hal itu membuat konsultan properti Jones Lang LaSalle optimistis akan prospek properti kawasan industri setidaknya dalam dua tahun mendatang.

Optimisme itu diungkapkan Head of Retail and Strategic Consulting Jones Lang LaSalle, Vivin Harsanto yang menyebutkan sebagian besar pengembang kawasan industri telah melakukan ekspansi dengan memperluas lahan KI atau mencari lokasi baru KI. “Kami mencatat bahwa permintaan lahan KI sangat tinggi, terutama dari sektor otomotif dan consumer goods. Hal ini membuat pengembang lahan KI melakukan ekspansi dalam beberapa tahun belakangan ini,” katanya

Mengenai kisaran lahan KI yang diminati investor, Vivin mengatakan cukup bervariasi dan umumnya permintaan dalam jumlah besar, 15-20 hektar. Bahkan untuk perusahaan otomotif permintaan lahan KI bisa mencapai 100 hektar.

Regulasi pemerintah bagi pelaku industri untuk mendirikna pabrik di kawasan khusus, juga dianggap sebagai faktor pendorong tingginya permintaan lahan KI.

Aturan pemerintah terkait pelaku industri untuk mendirikan pabrik di kawasan khusus menjadi pendorong bisnis ini makin mentereng. “Untuk investor yang baru masuk memang harus melalui kawasan,” tambahnya.

Sebelumnya Colliers International Indonesia mengungkapkan kenaikan harga lahan kawasan industri di Karawang dan Bekasi sebagai akibat menipisnya stok lahan KI di kedua kawasan ini. Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan di triwulan I-2012, terjadi kenaikan harga tanah di kedua kawasan yang menjadi ‘primadona’ bagi pelaku industri.

“Stok lahan KI yang ada jumlahnya konstan dan malah cenderung menipis. Inilah yang memicu terjadinya kenaikan harga lahan KI di Karawang dan Bekasi,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, rata-rata lahan KI yang banyak diminati kalangan industriawan sudah tidak tersedia pada kuartal pertama tahun ini. Dia mengatakan kenaikan harga lahan KI pada kuartal I-2012 di Bekasi mencapai 9,6%. Sementara di Karawang mencapai 8,1%. “Hingga akhir tahun ini belum ada sinyal dari pemilik lahan KI untuk menambah persediaan lahan KI-nya.”

Mayoritas penyewa lahan KI saat ini didominasi industri otomotif, yakni sebesar 58,1% dan diikuti industri makanan, farmasi, plastik, baja, manufaktur, gudang logistik yang rata-rata berkisar di angka 2%-4%. Lebih lanjut dia mengatakan saat ini di Bekasi rata-rata harga tanah perindustrian rata-rata US$164,7 per m2 [tertinggi US$173,1 per m2 dan terendah US$150 per m2] sedangkan di Karawang harga rata-ratanya mencapai US$117 per m2 [tertinggi US$125 per m2 dan terendah US$109 per m2].

Sementara itu, Rivan Munansa, Associate Director Industrial Services Colliers International Indonesia mengatakan, gairah transaksi di bisnis lahan KI akan membuat harga lahan KI meningkat 40% selama tahun ini. Data Colliers Indonesia mengungkapkan Karawang masih memberikan kontribusi terbesar untuk lahan industri selama 2011 yakni mencapai 36%. Disusul daerah lainnya yaitu Bekasi (26%), Serang (21%), Jakarta (10%), Tangerang (5%) dan Bogor (2%). Total penjualan lahan pada akhir tahun lalu mencapai 1.238 hektar atau meningkat sekitar 228% dibandingkan periode 2010 sebesar 543 hektar. Colliers juga mencatat Bekasi mencatat harga lahan industri rata-rata adalah US$150,33 per m2; Tangerang (US$117,56 per m2); Bogor (US$108,33 per m2); Karawang (US$108,22 per m2); dan Serang (US$83,33 per m2). Penjualan terbesar masih didominasi oleh Suryacipta yakni mencapai lebih kurang adalah 250 hektar. Sementara lainnya adalah Green Land 205 hektar, Delta Silicon 155 hektar, Bekasi Fajar 150 hektar. (PIT)