Rabu, 04/02/2015

Harga Rumah Tak Otomatis Turun Bila PBB dan NJOP Dihapus

-jktproperty.com
Share on: 528 Views
Harga Rumah Tak Otomatis Turun Bila PBB dan NJOP Dihapus
Foto: Ilustrasi
HARGA RUMAH: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan harga perumahan masih tergantung kondisi pasar properti dalam negeri, meskipun pemerintah berupaya menekannya dengan rencana menghapus NJOP dan PBB untuk perumahan tertentu.

JAKARTA, jktproperty.com –¬†Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat¬†Basuki Hadimuljono mengatakan harga rumah di Indonesia tak otomatis turun bila Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Nilai Jual objek Pajak (NJOP) untuk rumah tinggal, rumah ibadah dan rumah sakit dihapuskan.

“Harga rumah akan sangat bergantung pada kondisi pasar properti dalam negeri, meskipun pemerintah berupaya menekannya dengan rencana menghapus NJOP dan PBB untuk perumahan tertentu,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah terus berupaya menyediakan rumah tinggal untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan harga terjangkau. Caranya dengan penurunan bunga fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) menjadi 5% agar dapat dijangkau seluruh masyarakat. “Kalau penurunan itu ditambah lagi oleh penurunan atau penghapusan NJOP dan PBB, maka akan menghilangkan banyak sekali kendala yang menjadi penghambat masyarakat memiliki rumah tinggal.”

Basuki mengatakan akan memulai pelaksanaan program rumah tinggal untuk masyarakat berpenghasilan rendah pada Maret tahun ini. Targetnya, pemerintah dapat membangun 603.000 rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dan 400.000 rumah komersial. Mengenai anggarannya dia mengatakan dari APBN sebesar Rp13 triiun, dari Perumnas Rp500 miliar dan BPJS Rp500 miliar.

“Dana itu bisa untuk mencukupi kebutuhan 603.000 rumah masyarakat berpenghasilan rendah. Kemudian REI juga siap membangun 250.000 rumah,” ujarnya. (GUN)