Senin, 16/02/2015

Harga Rumah Diprediksi Terus Naik Meski Harga BBM Turun

-jktproperty.com
Share on: Facebook 1045 Views
Harga Rumah Diprediksi Terus Naik Meski Harga BBM Turun

JAKARTA, jktproperty.com – Meskipun kenaikannya tidak signifikan, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan harga properti residensial di 16 kota di Indonesia mengalami kenaikan pada penghujung 2014 lalu. Berdasarkan riset BI, pada kuartal IV-2014 lalu harga properti residensial mengalami kenaikan sebesar 1,54% dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 1,46%. Meskipun pemerintah akhirnya menurunkan harga BBM, selama kuartal I-2015 harga rumah diperkirakan akan terus naik meski tidak setinggi kenaikan pada kuartal akhir 2014.

“Kenaikan itu disebabkan karena tiga faktor, yakni kenaikan harga bahan bangunan (29,44%), kenaikan harga BBM (24,75%) dan kenaikan upah pekerja (21,71%). Akibat ketiga faktor ini terjadi kenaikan harga di seluruh tipe rumah,” demikian survei BI yang dipublikasikan akhir pekan lalu.

BI juga mencatat pertumbuhan penjualan properti residensial masih cukup tinggi. Pertumbuhannya mencapai 40,07%, naik 6,38% dari periode sebelumnya sebesar 33,69%. Menurut BI, tren pertumbuhan itu sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian. Ini juga tergambar dari penyaluran KPR dan KPA masih tumbuh positif. Pada kuartal terakhir 2014 penyaluran KPR dan KPA tumbuh 1,68% (qtq). BI juga mengungkap berdasarkan segmentasinya rumah kelas atas atau rumah tipe besar mengalami kenaikan harga paling tinggi. Sementara berdasarkan wilayah, Balikpapan mengalami kenaikan harga properti paling tinggi sebesar 4,49%, disusul Surabaya sebesar 3,66%.

Kendati ada pertumbuhan pada kuartal terakhir 2014, secara tahunan kenaikan harga properti residensial cenderung melambat. Jika tahun 2013 pertumbuhannya 6,53%, tahun lalu hanya 6,29%. Perlambatan ini khususnya terjadi pada rumah tipe kecil dan menengah. Meski pertumbuhan harganya melambat, penjualan hunian untuk kalangan menengah dan menengah bawah itu pada kuartal pamungkas 2014 justru naik 40,07%. Periode sebelumnya kenaikannya 33,69% (qtq). Menurut BI, Palembang, Sumatera Selatan, merupakan wilayah dengan penjualan rumah tipe kecil paling banyak.

Hasil survei juga menyebutkan, sebanyak 72,20% konsumen rumah masih menggunakan KPR untuk fasilitas pembiayaan propertinya khususnya untuk rumah tipe kecil. Sementara sebagian besar pengembang (61,97%) menggunakan dana sendiri untuk membiayai pembangunan proyek perumahannya.

Lebih lanjut BI mengungkapkan kenaikan harga jual properti residensial di pasar primer dipastikan akan terus berlanjut selama kuartal I-2015 ini. Namun kenaikannya diperkirakan melambat atau tak sedasyat kenaikan pada kuartal IV-2014. Bahkan untuk Balikpapan yang mencatat kenaikan paling tinggi, kuartal I-2015 diperkirakan tidak terjadi kenaikan lagi. Sementara di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Banten, kenaikan harga rumah diperkirakan rata-rata hanya di kisaran 0,14%. (LEO)

grafikbi-1

grafik_ok_deh