Kamis, 31/07/2014

Harga Kondominium di CBD Jakarta Rata-Rata Rp37,6 Juta per M2

-jktproperty.com
Share on: 635 Views
Harga Kondominium di CBD Jakarta Rata-Rata Rp37,6 Juta per M2
Ilustrasi: Senopati Penthouse
HARGA KONDOMINIUM: Harga kondominium di Jakarta terus bergerak naik seiring dengan terbatasnya lahan yang membuat harga tanah menjadi mahal.

JAKARTA, jktproperty.com – Harga jual rata-rata kondominium di Jakarta saat ini mencapai Rp37,6 juta per m2 dan mengalami kenaikan rata-rata per tahun 32,4% sebagai akibat terbatasnya lahan yang memicu kenaikan harga jual tanah di Jakarta.

Arief Rahardjo, Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia mengatakan, kenaikan harga jual kondominium itu akan terus terjadi mengingat terbatasnya lahan di Jakarta. “Saat ini harga rata-rata kondominium di central business district Jakarta sudah mencapai Rp37,6 juta per m2 atau dengan kenaikan 32,4% per tahunnya,” katanya.

Dia mengatakan, harga kondominium di CBD yang terus merangkak naik juga memberikan imbas pada harga kondominium di area premium yang kini rata-rata harga jualnya sudah mencapai Rp33,3 juta per m2 atau naik 24,3% dibandingkan kuartal II-2013 lalu.

Sampai dengan akhir Juni 2014, total kumulatif pasokan kondominium terbangun di Jakarta tercatat sebanyak 126.930 unit atau naik 2,8% per kuartal dan 15,2% per tahun. Hal ini mengikuti selesainya 10 proyek selama April-Juni 2014. Pada periode yang sama, 11 proyek baru diluncurkan ke pasar.

Demand Meningkat

Meskipun harga kondominium terus mengalami kenaikan, demand kondominium di Jakarta juga terus meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat akan hunian di dalam kota. Hal itu diungkapkan Head of Residential Jones Lang LaSalle Luke Rowe yang melihat adanya kenaikan tajam permintaan kondominium terutama di segmen menengah.

“Penjualan kondominium di Jakarta sepanjang kuartal I-2014 mengalami kenaikan dibandingkan kuartal IV-2013. Penjualan kondominium di pasar primer mencapai sekitar 3.350 unit atau naik hampir 50%,” katanya.

Dia mengatakan meningkatnya volume penjualan kondominium dalam kondisi pasar melemah seperti belakangan karena tingginya peluncuran produk kondominium baru oleh pengembang. “Padahal kondisi pasar cenderung downturn  suku bunga tinggi, namun penjualan kondominium masih tinggi. Sebab, demand-nya memang masih tinggi,” tuturnya.

Luke menambahkan lebih dari 4.100 unit kondominium dari sekitar 7 proyek baru diluncurkan oleh pengembang di Jakarta antara Januari-Maret 2014. Kebanyakan menyasar ke segmen kelas menengah mencapai 90% dan sisanya sekitar 10% menyasar ke segmen kelas atas. (GUN)