Senin, 04/08/2014

Harga Jual Rata-Rata Lahan Industri Naik Tipis 2,7%

-jktproperty.com
Share on: Facebook 858 Views
Harga Jual Rata-Rata Lahan Industri Naik Tipis 2,7%
Ilustrasi: Kawasan Industri JIEP.
NAIK TIPIS: Harga jual rata-rata lahan industri di Jabotabek naik tipis 2,7%. Permintaan lahan industri pada kuartal II membaik, yakni mencapai 140 hektare atau hampir delapan kali dari tingkat permintaan pada kuartal pertama.

JAKARTA, jktproperty.com – Harga jual rata-rata lahan industri di Jabotabek naik tipis selama kuartal II-2014, bahkan dalam US dolar harga jual rata-rata lahan industri mengalami penurunan.

Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo mengatakan saat ini harga jual rata-rata lahan industri di Jabotabek mengalami peningkatan menjadi Rp1,92 juta per m2 per Juni 2014. “Harga jual ini naik tipis 2,7% dibandingkan kuartal sebelumnya,” katanya.

Bahkan menurut dia, dalam US dolar, penjualan lahan industri justru mengalami penurunan akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap US dolar. “Akibat pelemahan nilai tukar Rupiah atas dolar AS pada kuartal II-2014 dalam mata uang dolar AS, harga jual mengalami penurunan menjadi USD160 per m2 dibandingkan kuartal sebelumnya,” katanya.

Menurut Arief, permintaan lahan industri pada kuartal II membaik, yakni mencapai 140 hektare atau hampir delapan kali dari tingkat permintaan pada kuartal pertama. “Permintaan yang besar berasal hanya dari segelintir transaksi yang mencerminkan kondisi pasar yang masih lemah dalam jangka waktu pendek,” tuturnya.

Hingga akhir tahun ini dia memprediksi harga akan tetap stabil dan mayoritas permintaan akan didominasi dari jenis industri pendukung.

Sebelumnya Bank Indonesia dalam survei properti komersialnya mengungkapkan meskipun potensi permintaan lahan industri di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) cukup besar, namun pasok lahan industri di kawasan ini selama kuartal IV-2013 terlihat stagnan. Akibatnya harga jual dan harga sewa lahan industri di kawasan ini mengalami peningkatan.

Riset Properti Komersial Bank Indonesia yang dipublikasikan belum lama ini mengungkapkan kebutuhan lahan industri di wilayah Jabodetabek diperkirakan masih cukup besar, namun pasok lahan industri sangat langka dan cenderung stagnasi. Data Bank Indonesia mengungkapkan pasokan lahan industri di wilayah Jaboadebek dan Banten cenderung stagnan masing-masing sebesar 6.771 hektar dan 5.418 hektar. Dari total pasokan kumulatif tersebut, sebagian besar dipasok oleh kawasan industri strata title sebesar 68,5% dan sisanya merupakan kawasan industri sewa.

Survei BI juga menyebutkan kebutuhan lahan industri masih besar seiring peningkatan penjualan yang masih besar. Di Jabodebek, tingkat penjualan lahan industri pada kuartal terakhir 2013 mencapai 0,11% dibandingkan kuartal sebelumnya dan meningkat 6,77% dibandingkan kuartal yang sama 2012. (GUN)