Jumat, 23/01/2015

Harga Jual Perkantoran di Hong Kong Tertinggi di Dunia

-jktproperty.com
Share on: 1620 Views
Harga Jual Perkantoran di Hong Kong Tertinggi di Dunia

JAKARTA, jktproperty.com – Meskipun London mengambilalih posisi Hong Kong sebagai kota termahal di dunia tahun lalu, namun harga ruang perkantoran di Hong Kong hingga kini tetap menjadi yang tertinggi di dunia. Sementara perkantoran di London berada di posisi ke-5 termahal di dunia.

Riset properti komersial golbal yang dilakukan Knight Franks mengungkapkan harga jual ruang kantor utama di Hong Kong mencapai US$70.000 atau Rp874 juta) per m2.

Harga di Hongkong jauh lebih tinggi dibanding Singapura yang berada di posisi kedua dengan harga US$28.340 (Rp354 juta) per m2, bahkan mencapai tiga kali lipat dibanding London.

Menurut Darren Yates, Head of Global Capital Markets Research Knight Frank, tingginya harga jual perkantoran di Hong Kong dan Singapura dipicu ketersediaan lahan yang sangat terbatas. “Sehingga harga terus melambung,” katanya dalam situs resmi Knight Frank.

Apalagi, lanjut dia, penduduk di kedua kota tersebut [Hong Kong dan Singapura] padat, serta maraknya perusahaan besar berskala global yang mampu membayar sewa tinggi, membuat harga jual perkantoran semakin meroket.

Sebelumnya, September tahun lalu, Riset konsultan properti global Savills terbaru mengungkapkan posisi Hong Kong sebagai kota termahal di dunia dalam lima tahun terakhir ini diambil alih oleh London.

Berdasarkan riset Live/Work Index yang dilakukan Savills, per Juni 2014, perusahaan internasional yang menempatkan seorang karyawannya di London harus menyiapkan sedikitnya US$120.568 atau sekira Rp1,443 miliar per tahun untuk biaya hidup di kota ini. Sedangkan di Hong Kong, demikian Savills, biaya hidup per karyawan per tahun US$115,717.

Sebelumnya Hong Kong selama lima tahun berturut-turut menempati urutan pertama sebagai kota dengan biaya hidup termahal bagi seorang karyawan. Sedangkan pada 2008 lalu, London berada di urutan kelima. Riset Savills tersebut membandingkan kombinasi tarif sewa residensial dan ruang perkantoran 12 kota di dunia yang mengalami fluktuasi.

“Fluktuasi tersebut mencerminkan kematangan pasar residensial dan perkantoran di masing-masing kota. Meski demikian, tingkat nilai tukar mata uang ikut memengaruhi besaran tarif yang berlaku,” demikian penjelasan Savills.

Sementara itu berdasarkan indeks yang dibuat Savills, New York, Paris, dan Tokyo melengkapi daftar lima besar kota dunia dengan biaya hidup termahal. Posisi keenam, ketujuh, dan kedelapan ditempati Singapura, Moskow, dan Sydney. Selanjutnya, posisi empat terbawah dilengkapi oleh Dubai, Shanghai, Rio de Janeiro, dan Mumbai. (LEO)

Daftar 10 kota di dunia dengan harga jual perkantoran termahal versi riset Knight Frank:

tabel_kota