Kamis, 04/07/2019

Harga Jual dan Sewa Nyaris Stagnan, Pasar Apartemen Jakarta Belum Bergairah

-jktproperty.com
Share on: Facebook 1095 Views
Harga Jual dan Sewa Nyaris Stagnan, Pasar Apartemen Jakarta Belum Bergairah
Foto: Ilustrasi
PASAR APARTEMEN JAKARTA: Tingkat sewa apartemen di Jakarta diketahui tak mengalami perubahan alias stagnan selama kuartal II-2019. Sementara harga jualnya di primary market yang hanya mengalami kenaikan tak sampai 3% membuat pasar properti ini makin kurang bergairah.

JAKARTA, jktproperty.com – Tingkat sewa apartemen di Jakarta diketahui tak mengalami perubahan alias stagnan selama kuartal II-2019. Sementara harga jualnya di primary market yang hanya mengalami kenaikan tak sampai 3% membuat pasar properti ini makin kurang bergairah.

Konsultan properti Colliers mengungkapkan pada kuartal II/2019, apartemen di Jakarta tercatat terisi sekitar 86% – 87%. Adapun, dari sisi harga, apartemen strata title hanya mengalami kenaikan 2,9% dibandingkan dengan tahun lalu di harga Rp34,2 juta per m2. Tren properti pada kuartal II/2019 tidak mengalami banyak perbaikan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

 

“Selama kuartal ini tidak ada perubahan yang signifikan di pasar di sektor apartemen. Penjualan tetap melambat karena masih banyak investor dan konsumen end-user yang masih menahan pembelian,” ujar Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto di Jakarta pekan ini.

Data Colliers mengungkapkan pada kuartal II-2019 apartemen di Jakarta tercatat terisi sekitar 86% – 87%. Adapun, dari sisi harga, apartemen strata title hanya mengalami kenaikan 2,9% dibandingkan dengan tahun lalu di harga Rp34,2 juta per meter persegi. Selain itu, tingkat sewa apartemen tidak berubah sama sekali, padahal sebelumnya diprediksi tingkat sewa apartemen bisa naik 1%-2% per tahunnya.

“Kami merekomendasikan pengembang untuk membangun apartemen dengan ukuran yang lebih besar, sekitar 150 m2,” ujar Ferry.

Pemerintah sebelumnya merelaksasi baseline pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) terhadap kelompok hunian mewah seperti rumah mewah, apartemen, kondominium, town house, dan sejenisnya. Pelonggaran itu terdapat dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.86/PMK.010/2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan No.35/PMK.010/2017 tentang Jenis Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Selain Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM.

Dengan berlakunya beleid ini, kelompok hunian mewah seperti rumah mewah, apartemen, kondominium, town house, dan sejenisnya yang nilainya di bawah Rp30 miliar bebas dari pengenaan PPnBM. Artinya hunian yang nilainya di atas Rp30 miliar tetap kena PPnBM sebesar 20% yang semuanya ditanggung konsumen. (PIT)