Jumat, 22/08/2014

Harga Jual dan Harga Sewa Lahan Industri Terus Naik

-jktproperty.com
Share on: 1491 Views
Harga Jual dan Harga Sewa Lahan Industri Terus Naik
Foto: Ilustrasi
HARGA LAHAN KI: Harga lahan KI rata-rata mengalami kenaikan selama kuartal I-2014 akibat terbatasnya pasok. Namun beberapa pengelola lahan KI juga ada yang menurunkan harga jual dan sewanya untuk menggenjot angka penjualan.

JAKARTA, jktproperty.com – Harga jual dan harga sewa lahan industri  di wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi dan Karawang (Jabobeka) selama kuartal II-2014 diketahui terus mengalami kenaikan seiring dengan pasok lahan industri yang cenderung stagnan selama periode tersebut.

Survei Properti Komersial Bank Indonesia mengungkapkan pasok lahan industri di wilayah Jabobeka cenderung stagnan, yakni hanya sebesar 6.771 hektar. Sebagian besar pasokan merupakan kawasan industri strata title (81,5%) dan sisanya merupakan kawasan industri sewa.

Sementara itu, demikian survei BI, kebutuhan lahan industri masih cukup besar sebagaimana terindikasi dari tingkat penjualan yang meningkat baik secara triwulanan (0,21%) maupun tahunan (2,32%). Demikian halnya dengan tingkat hunian lahan industri yang meningkat sebesar 0,40% (qtq) atau 1,61% (yoy). Sejalan dengan hal tersebut, harga jual lahan industri di wilayah Jabobeka mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,47%(qtq) dan 10,83%(yoy).

Di wilayah Banten, pasokan lahan industri juga belum mengalami penambahan dari periode sebelumnya sejumlah 5.463 hektar. Di sisi lain, tingkat penjualan meningkat sebesar 1,39% (qtq) atau 5,15% (yoy). Sementara itu, harga jual mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya sebesar 1,54% (qtq), meski secara tahunan meningkat sebesar 14,75% (yoy). Penurunan harga jual terjadi pada kawasan industri di Serang-Cilegon yang dilakukan sebagai daya tarik untuk mendapatkan potensi buyer dalam transaksi yang besar.

Tak Semua Naik

Sementara itu untuk menggenjot penjualan lahan industri, tidak semua pengelola menaikkan harga. Harga jual di kawasan Serang dan Cilegon tercatat justru mengalami penurunan. Penurunan harga jual tersebut diharapkan menjadi daya tarik untuk mendapatkan potensi buyer dalam transaksi yang besar. Saat ini harga jual senilai Rp1,5 juta/m2.

Secara keseluruhan, kondisi harga lahan industri di Provinsi Banten mengalami penurunan sekitar 1,54% bila dibanding kuartal sebelumnya. Walaupun begitu, harga tetap tumbuh hampir 15% dalam setahun terakhir.

Dari kacamata investor, Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) menjelaskan kenaikan harga lahan industri sangat signifikan. “Terutama di bagian timur Jakarta, karena memang lahan dikawasan ini dikenal bagus. Harganya saat ini mencapai US$150 hingga US$250 per m2. Di mata investor kenaikan ini sudah cukup tinggi,” katanya.

Berdasarkan riset JLL jumlah pasokan lahan industri di Jabodetabek saat ini mencapai 11.720 hektar. Namun, seiring melemahnya sektor ini, tingkat penyerapan lahan kawasan industri pada kuartal ini turun drastis, yakni hanya sebesar 30%. Kawasan di timur Jakarta yang menjadi kawasan favorit investor adalah Bekasi hingga Cikampek. Sedangkan di barat Cikarang hingga ke Cilegon. “Sisanya ya lahan industri di Pulogadung, Bogor, dan Tangerang,” tutur Anton. (EKA)