Sabtu, 28/07/2012

Hampir 20% Ruang Sewa Mal di Jakarta Belum Terisi

-jktproperty.com
Share on: 415 Views
Hampir 20% Ruang Sewa Mal di Jakarta Belum Terisi

JAKARTA: Hampir 20% ruang sewa mal di Jakarta atau tepatnya 18,6% belum terisi. Namun tingkat kekosongan ini jauh lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya.

Senior Associate Director Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo mengatakan hingga akhir Juni 2012, tingkat hunian pusat perbelanjaan mencapai 81,4%. Ini artinya sekitar 18,6% ruang mal belum terhuni.Meskipun demikian angka okupansi mal mengalami sedikit kenaikan.

“Dengan hampir tidak ada pasokan baru yang masuk ke pasar dan dibukanya beberapa penyewa besar pada beberapa pusat perbelanjaan yang sudah ada, ini menaikkan tingkat hunian menjadi 81,4%,” ujarnya.

Data Cushman & Wakefield juga mengungkapkan ruang ritel Jakarta terbagi dua, sewa dan milik (strata-title). Untuk tingkat hunian pusat perbelanjaan sewa hingga Juni mencapai 87,6% atau naik 0,7% dari triwulan sebelumnya. Sementara pusat perbelanjaan milik net take-up mencapai 67,7%. Penyewa utama pusat perbelanjaan di Jakarta pada periode April-Juni berasal dari pemilik toko peralatan, elektronik, dan hiburan anak-anak. Selain itu masih terdapat pula toko-toko specialty lain yang buka merupakan campuran, baik F&B (makanan dan minuman) dan non F&B (terutama pakaian dan aksesoris).

Pasokan hanya datang dari Jembatan Multi Guna Senen Jaya (ruang ritel sewa jangka panjang) yang baru diresmikan triwulan II-2012.

“Pasokan tambahan ini membawa pasokan kumulatif ruang ritel di Jakarta menjadi 3.592.300 m2, yang terdiri dari 2.466.500 m2 (68,7%) pusat perbelanjaan sewa dan 1.125.800 m2 (31,3%) pusat perbelanjaan strata-title sampai akhir Juni 2012,” katanya.

Harga sewa dasar (base rental) pusat perbelanjaan di Jakarta hingga triwulan II-2012 masih setia pada level Rp 614.400 per m2 per bulan. Tarif ini relatif tidak naik karena belum adanya pasokan baru yang masuk ke pasar. Meski harga sewa dasar pusat perbelanjaan tidak naik, namun tidak demikian dengan biaya servis. “Untuk Service charge mengalami sedikit kenaikan 0,9% (dibandingkan triwulan sebelumnya) menjadi Rp 97.500 per m2 per bulan.” (WIK)