Rabu, 12/12/2012

Fokus di Properti, Tahun Depan Bakrieland Butuh Rp3 Triliun

-jktproperty.com
Share on: 499 Views
Fokus di Properti, Tahun Depan Bakrieland Butuh Rp3 Triliun

JAKARTA: PT Bakrieland Development Tbk mengungkapkan membutuhjan dana sebesar Rp3 triliun untuk investasi mengembangkan proyek propertinya selama 2013, baik vertikal (kondominium) maupun landed house. Pihak Bakrieland juga menyebut bahwa tahun depan adalah tahun konsolidasi bagi perusahaan pengembang ini untuk fokus pada bidang properti. Presdir PT Bakrieland Development Tbk. Ambono Janurianto mengatakan kebutuhan dana investasi itu 70% akan diperoleh dari kas internal perusahaan, pre-sales beberapa proyek properti sertadari eksternal perusahaan.

“Yang pasti tahun depan adalah tahun konsolidasi bagi Bakrieland. Kami akan fokus mengembangkan bisnis properti di lima lokasi, yakni Sentul City, superblok Sentra Timur, resort dan hotel, serta perumahan di Bogor, dan superblok Rasuna Epicentrum,” katanya.

Pengembangkan kawasan hunian, menurut dia, karena terbukti memiliki pasar dan margin yang signifikan.

Hal itu, lanjutnya, ditopang oleh kondisi makro ekonomi nasional yang positif dan menjadi momentum yang tepat bagi perseroan untuk memperkuat pengembangan usahanya. Sektor city property saat ini memberikan kontribusi 50% dari pendapatan Bakrieland. Sisanya dari sektor landed house, resor dan hotel.

Sebelumnya Bakrieland telah melepas beberapa ruas jalan tol yang dikelolanya kepada pengusaha Hary Tanoesoedibjo melalui Grup MNC. Berdasarkan data keuangan PT Bakrieland Development Tbk. (ELTY) triwulan III-2012, terlihat bahwa pendapatan Bakrieland  mencapai Rp1,31 triliun, turun 9% dari posisi sebelumnya Rp1,44 triliun. Rugi bersih perseroan yang harus diderita sebesar Rp337,72 miliar dengan rugi per saham tercatat Rp3,06 per lembar lembar.

Kontribusi jalan tol pada pendapatan perseroan hanya sebesar Rp61,88 miliar atau tidak signifikan dibandingkan pendapatan secara keseluruhan. Pendapatan terbesar tetap didapat dari penjualan tanah, rumah dan apartemen Rp630 miliar disusul Hotel Rp338,97 miliar, sewa dan pengelolaan perkantoran Rp154,304 miliar serta penjualan unit perkantoran Rp71,31 miliar. (PIT)