Selasa, 01/10/2019

Enam Pengembang Papan Atas Bentuk Komite Koridor Timur Jakarta

-jktproperty.com
Share on: Facebook 900 Views
Enam Pengembang Papan Atas Bentuk Komite Koridor Timur Jakarta
Foto: Ist
KONSORSIUM PENGEMBANG: Enam developer ternama yang terdiri dari PT Summarecon Agung Tbk, PT Jababeka Tbk., PT Lippo Cikarang Tbk., PT Sirius Surya Sentosa (Vasanta Innopark), PT Pollux Properti Indonesia Tbk. dan PT PP Properti Tbk. bersatu dan membentuk Komite Koridor Timur Jakarta sebagai terobosan baru untuk semakin mengukuhkan kawasan tersebut sebagai destinasi hunian dan investasi yang tidak kalah dengan berbagai kawasan lainnya di Jakarta. Tampak dalam gambar (Kanan-Kiri) CEO IPW Ali Tranghanda, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk. Albert Luhur, Director PT Jababeka Tbk. Sutedja S. Darmono, Presiden Direktur PT PP Properti Tbk. Taufik Hidayat, Sales & Marketing Director PT Pollux Properti Indonesia Tbk. Maikel Tanuwidjaja, GM Sales & Marketing PT Sirius Surya Sentosa (Vasanta Innopark) Suranto Tjhai, dan Ketua Umum DPP AREBI Lukas Bong saat melakukan Press Confrence berkonsep Talk Show tentang Potensi Koridor Timur Jakarta kepada media massa dan agent property di Menara Batavia, Jakarta, Selasa (1/10).

JAKARTA, jktproperty.com – Enam pengembang besar nasional membentuk Komite Koridor Timur Jakarta, Selasa (1/10). Mereka sepakat akan melakukan kegiatan marketing dan branding yang terintegrasi agar dapat saling mendukung. Keenam pengembang itu adalah Jababeka Group, Lippo Group, PT Summarecon Agung Tbk, PT Pollux Properti Indonesia Tbk, Vasanta, dan PT PP Properti Tbk.

“Dari kacamata industri properti, Kawasan Timur Jakarta memang relatif agak tertinggal dibanding wilayah barat Jakarta. Namun, itu dulu, sebelum adanya pembangunan infrastruktur yang masif di wilayah koridor Timur Jakarta,” ujar CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, di Jakarta.

Secara keseluruhan, ujar Ali, kawasan Koridor Timur Jakarta ini harus di branding atau disosialisasikan karena memiliki banyak kelebihan yang dapat diexpose. Dari segi geografis, Timur Jakarta merupakan pintu gerbang yang menghubungkan kawasan Jakarta ke berbagai kota besar yang ada di Pulau Jawa.

Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Albert Luhur mengatakan, Koridor Timur Jakarta ke depannya akan menjadi koridor yang sangat penting, karena nantinya akan saling terintegrasi hingga ke Jawa Timur melalui pembangunan infrastruktur yang masif. Dia mengaki awalnya memang kawasan Timur Jakarta lebih dulu dikenal sebagai kawasan industri, namun beberapa tahun kemudian, kawasan residensial di sini justru terus berkembang dan menjadi kawasan hunian yang sangat nyaman.

“Apalagi, dari sisi harga wilayah timur Jakarta masih cukup affordable dibanding wilayah lainnya. Karena itu Timur Jakarta menjadi opsi investasi yang lebih baik untuk saat ini,” katanya.

Koridor Timur Jakarta seluas sekitar 10 ribu hektare mencakup Bekasi, Cikarang, dan Karawang adalah jantung penting bagi perekonomian Indonesia. Setidaknya lebih dari 60% aktivitas perekonomian nasional disumbang oleh Koridor Timur Jakarta yang 70% berpusat di Bekasi-Cikarang.

Berbagai pengembang properti di Timur Jakarta turut menyumbang dalam pemenuhan kebutuhan pasar, di antaranya Summarecon Bekasi seluas 240 ha, Pollux Properti Indonesia seluas 45 ha, dan PP Properti seluas 28 ha. Lalu Vasanta Innopark seluas 100 ha, Lippo Cikarang seluas 3.400 ha, dan Jababeka seluas 5.600 ha.

Direktur PT Jababeka Tbk Sutedja S Darmono mengatakan pembentukan komite ini berawal dari tukar pikiran bersama antara pengembang di wilayah timur Jakarta. Mereka merasa mempunyai permasalahan yang sama mengenai image kawasan koridor timur Jakarta yang secara tidak langsung turut berdampak pada sisi pemasaran yaitu mengenai kemacetan dan kawasan industri.

“Padahal, image ini sebenarnya tidak tepat karena macet itu lebih dikarenakan adanya pembangunan infrastruktur,” ujar Sutedja. “Ke depannya, kemacetan itu nantinya akan berakhir seiring selesainya pembangunan infratruktur.”

Sebagai citra kawasan industri, Sutedja mengatakan, koridor timur itu merupakan adalah light to medium industry. Yakni kawasan indutri yang ringan atau tidak menciptakan polusi seperti daerah industri lainnya. “Sehingga sangat nyaman sebagai kawasan hunian,” katanya.

Ketua Umum DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong mengatakan peta properti di Jakarta yang paling sengit perkembangannya adalah Timur dan Barat. “Rute timur begitu panjang dan luas, namun kenapa developer cenderung memilih barat daripada timur, hal ini tak terlepas dari letak geografisnya,” ujarnya.

Selain itu, faktor wilayah barat lebih dulu berkembang sebagai kawasan hunian juga berpengaruh. Namun yang harus diperhatikan, ujar Lukas, koridor timur sangat lengkap dalam berbagai hal dan dari segi fasilitas tidak kalah dibanding wilayah barat.

Selama ini banyak warga melirik properti wilayah barat salah satunya karena fasilitas pendidikan yang lengkap. Padahal jika ditilik lebih dalam wilayah Timur Jakarta juga tidak kalah. “Di beberapa kawasan perumahan bahkan sudah banyak tersedia fasilitas pendidikan berstandar internasional,” ujar Lukas.

 

 

Koridor Timur Jakarta juga memiliki akses yang mudah, komplit, dan terintegrasi dengan tol Jakarta–Cikampek sebagai pusat pembangunan infrastruktur Pemerintah Indonesia. Sepuluh proyek yang sedang berjalan, antara lain:

1. Proyek lanjutan Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 2B,
2. Jalan Tol elevated highway Jakarta – Cikampek,
3. Light Rail Transit (LRT) yang telah mencapai Bekasi Timur,
4. Kereta Cepat Jakarta – Bandung,
5. Mass Rapid Transit (MRT) fase III Balaraja – Cikarang,
6. Jakarta Outer Ring Road (JORR) tahap 2 dari Bandara Soekarno Hatta – Cilincing sepanjang 111 kilometer,
7. Automated People Mover (APM) yang mengoneksikan kawasan Industri di Koridor Timur Jakarta,
8. KRL Commuter Line Double-Double Track (DDT) sepanjang 35 kilometer,
9. Pelabuhan Patimban dengan terminal cargo yang dapat mencakup hingga 7,5 juta TEUs,
10. Bandara Internasional Kertajati yang sudah beroperasi sejak Juli 2019.

Selain itu, kemudahan dari dan menuju Koridor Timur Jakarta ditandai dengan lengkapnya transportasi massal yang praktis dan mudah seperti KRL Commuter Line Jakarta-Cikarang, Feeder Busway, JR Connexion, Transjakarta yang terintegrasi dengan Transpatriot serta Royaltrans. (PIT)