Kamis, 16/06/2016

Eddy Ganefo: “Ketidaksiapan PLN Jadi Kendala Program Sejuta Rumah”

-jktproperty.com
Share on: 3302 Views
Eddy Ganefo: “Ketidaksiapan PLN Jadi Kendala Program Sejuta Rumah”
Eddy Ganefo

JAKARTA, jktproperty.com – Listrik merupakan elemen penting dalam pembangunan properti. Akan tetapi ketersediaan aliran listrik, terutama di daerah terpencil, masih menjadi kendala hingga kini. Hal itulah yang menurut Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo juga akan memberikan kontribusi kendala program pembangunan sejuta rumah.

“Saya kira penyediaan listrik yang dikelola oleh PLN  perlu terus ditingkatkan sejalan dengan perkembangan pembangunan, agar tersedia tenaga listrik dalam jumlah yang cukup dan merata. Persoalannya sekarang PLN tak mampu mengaliri listrik untuk semua proyek perumahan yang dibangun pengembang, termasuk rumah murah,” katanya di Jakarta belum lama ini.

Hal itu, demikian Eddy, akan berpengaruh pada program pembangunan sejuta rumah. “Tidak mungkin bagi pengembang untuk membangun rumah di lokasi-lokasi yang tidak ada aliran listriknya,” ujarnya.

Dia mengatakan hal yang mendesak untuk ditemukan solusinya adalah pembatasan listrik bersubsidi yang menyebabkan sulitnya memperoleh izin pemasangan listrik baru dengan daya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA, yang justru sangat dibutuhkan bagi perumahan untuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Golongan MBR, kata dia, tidak memerlukan daya listrik 1.300 VA karena keperluan mereka yang tidak terlalu banyak. Daya yang terlalu besar juga akan menjadi pemborosan, karena beban tarif dasar listrik (TDL) menjadi sangat tinggi untuk MBR. TDL 900 VA hanya senilai Rp800 per VA dibandingkan dengan TDL 1.300 VA senilai Rp1.350 per VA.

PLN kabarnya mensyaratkan Surat Keterangan Miskin dalam pengajuan pemasangan listrik baru dengan daya 450 VA sampai 900 VA. Pembatasan listrik bersubsidi tersebut sebagai tindak lanjut langkah pemerintah setelah menghapus subsidi listrik bagi sebanyak 12 golongan, meliputi pelanggan Rumah Tangga R-1 dengan daya 1.300 VA, R-1 berdaya 2.200 VA, R-2 dengan daya 3.500 sampai 5.500 VA, dan golongan 6.600 VA ke atas untuk mengurangi beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). (PIT)