Kamis, 11/06/2015

Dukung Program Sejuta Rumah BP Jamsostek Serap 40% Obligasi BTN

-jktproperty.com
Share on: 1490 Views
Dukung Program Sejuta Rumah BP Jamsostek Serap 40% Obligasi BTN
Ilustrasi
SERAP OBLIGASI BTN: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) menyatakan siap menyerap 40% atau sekitar Rp1,2 triliun dari obligasi yang diterbitkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) senilai Rp3 triliun.

JAKARTA, jktproperty.com – Sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan sejuta rumah yang dicanangkan pemerintahan Presiden Jowo Widodo, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) menyatakan siap menyerap 40% atau sekitar Rp1,2 triliun dari obligasi yang diterbitkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) senilai Rp3 triliun.

Direktur Investasi BP Jamsostek Jeffry Haryadi mengatakan menurut aturan yang ada BP Jamsostek maksimal hanya diperbolehkan membeli 40% obligasi yang diterbitkan. “Tetapi kami sedang meminta revisi terhadap aturan yang ada. Kalau sebelum 18 Juni aturannya sudah ada, maka kami bisa menyerap lebih besar lagi terhadap obligasi BTN,” ujarnya usai menerima penghargaan dari BTN Property Award 2015 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Rabu (10/6/2015) malam.

Menurut dia, pembelia obligasi BTN itu dilakukan BP Jamsostek sebagai bentuk dukungan terhadap program 1 juta rumah yang dilakukan BTN. “Tak hanya membeli obligasi. Bahkan jika aturan membolehkan BP Jamsostek menaruh deposito dengan bunga BI rate, maka akan sangat membantu BTN dalam memberikan pembiayaan rumah murah bagi pekerja,” tuturnya.

Dia mengatakan bila bunga depositonya kecil tentu harga rumah bisa lebih murah lagi. “Saat ini, kami hanya diperbolehkan menaruh deposito dengan bunga komersial. Padahal program 1 juta rumah merupakan program pemerintah dan ini perlu didukung,” katanya.

Sementara Direktur Utama BTN Maryono mengungkapan, untuk menyukseskan program 1 rumah perlu dukungan dari berbagai pihak termasuk BP Jamsostek. Dukungan bisa dilakukan dengan menempatkan dana murah di perseroan. “Kami terus mengumpulkan berbagai dana termasuk dari BP Jamsostek,” katanya.

BTN, lanjut dia, memprediksi permintaan kredit tahun 2015 akan sesuai target perseroan. Apalagi dengan kebijakan baru yang dikeluarkan BI tentang aturan LTV.

“Kami menyambut baik rencana regulator melonggarkan aturan LTV karena akan berdampak positif bagi inti bisnis BTN ke depan. Kami optimistis target kinerja BTN pada 2015 akan terpenuhi seiring dengan pelonggaran aturan LTV pada kredit KPR,” tegas Maryono. (MED)