Kamis, 19/06/2014

Double Tree by Hilton Jakarta-Diponegoro Resmi Beroperasi

-jktproperty.com
Share on: 1000 Views
Double Tree by Hilton Jakarta-Diponegoro Resmi Beroperasi
Foto: Double Tree by Hilton Jakarta-Diponegoro
GRAND OPENING: Hotel Double Tree by Hilton Jakarta-Diponegoro sebagai hotel jaringan di bawah Hilton Group secara resmi beroperasi. Ini adalah hotel Double Tree by Hilton yang pertama beroperasi di Indonesia.

JAKARTA, jktproperty.com – Hilton Worldwide dan Double Tree by Hilton secara resmi mengoperasikan Double Tree by Hilton Jakarta-Diponegoro. Hotel yang terletak di Jl. Pegangsaan Timur No.17, Cikini,  Jakarta ini merupakan Double Tree by Hilton yang pertama beroperasi di Indonesia.

John Greenleaf, Senior Vice President – Global Head, DoubleTree by Hilton Hotels – Hilton Worldwide mengatakan, lokasinya yang strategis membuat kemunculan brand Double Tree by Hilton menjadi sangat sempurna. “Lokasinya di pusat kota Jakarta sangat baik bagi brand kami,” ujarnya kepada media saat grand opening Double Tree by Hilton Jakarta-Diponegoro di Jakarta tadi malam.

Acara grand opening tersebut sekaligus menandai beroperasinya secara resmi hotel tersebut. Hadir pula pada acara itu pemilik hotel Kentjana Widjaja dan Vice President Operations Southeast Asia Hilton World Wide William Costley serta tamu undangan.

Lebih lanjut Greenleaf mengatakan Double Tree by Hilton Jakartahanya berjarak 4,2 km dari central business district (CBD) Jakarta, kantor-kantor perusahaan multinasional, kedutaan besar, kantor pemerintahan, pusat perbelanjaan, tempat makan dan hiburan seperti Plaza Indonesia dan Grand Indonesia. “Itu semua tentu akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi tamu hotel,” ujarnya.

Double Tree by Hilton Jakarta memiliki 253 kamar dengan tiga outlet untuk pilihan bersantap, termasuk satu restoran modern yang buka sepanjang hari. Tersedia juga fasilitas kolam renang outdoor, kolam renang anak-anak, tujuh ruang pertemuan dan perjamuan, serta pusat bisnis dan pusat kebugaran yang buka 24 jam. Ruang pertemuan dan perjamuan Hotel DoubleTree membentang lebih dari 1.400 meter persegi, terdiri dari tujuh ruang yang dapat memenuhi beragam kebutuhan, termasuk acara resepsi berdiri hingga 800 orang di Makara Ballroom. Makara Ballroom luas dan fleksibel dengan keunggulan tanpa pilar dan mempunyai langit-langit setinggi delapan meter. Fitur lain untuk fasilitas pertemuan termasuk akses jalan khusus dengan sinar alami di area depan yang mengarah ke taman luar.

“Layanan hotel dimulai dengan ikon sambutan hangat chocolate chip cookie saat tamu datang, berlanjut pada segala hal selama mereka menginap. Para pengunjung hotel akan merasakan apa yang kami maksudkan dengan ‘hal-hal kecil’, yang dapat membuat semua perbedaan selama menginap di hotel. Dan, itulah keunggulan DoubleTree by Hilton, sebuah keramahtamahan yang sudah menjadi tradisi Hilton,” tambahnya.

Sementara itu Martin Rinck, Presiden Hilton Worldwide Asia Pasifik mengatakan, pembukaan DoubleTree by Hilton Jakarta-Diponegoro menandai penambahan brand Hilton yang ketiga untuk portofolio Indonesia. “Saya gembira bahwa DoubleTree by Hilton telah memulai debutnya di kota metropolitan Jakarta. Kami berkomitmen akan terus memperluas jejak kami di Indonesia,” tuturnya.

Sebagai bagian dari portofolio Hilton Worldwide, DoubleTree by Hilton menawarkan para tamu untuk berkesempatan mendapatkan dan menebus poin untuk menginap melalui program loyalty Hilton HHonors. Tamu yang menginap di DoubleTree by Hilton pertama di Indonesia akan mendapatkan 1.000 bonus poin per malam untuk menginap minimal tiga malam, antara 4 Mei dan 31 Agustus 2014.

Okupansi Naik Tipis

Tingkat hunian (okupansi) hotel berbintang di Jakarta sepanjang 2014 menunjukkan kenaikan tipis. Pada April 2014 lalu misalnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik DKI Jakarta okupansi kamar hotel berbintang di Jakarta mencapai 59,28% atau meningkat 1,96 poin dari bulan sebelumnya sebesar 57,32%. Okupansi hotel bintang lima bahkan drop 8,02 poin. Data itu juga menyebutkan okupansi hotel bintang tiga mengalami pertumbuhan tertinggi mencapai 9,58 poin atau dari 52,82% pada Maret 2014 menjadi 61,17% pada April 2014. Sedangkan hotel bintang lima justru turun 8,02% dari 66,55% pada Maret 2014 menjadi 58,53% pada April 2014.

Akan halnya menjelang Pilpres pada Juli 2014, kegiatan kampanye yang ada dinilai tidak terlalu memengaruhi pertumbuhan okupansi hotel seperti pemilu-pemilu sebelumnya. “Pengaruhnya jelas ada, tapi tidak terlalu besar, tidak lebih dari 5%,” kata Wakil Ketua Umum Bidang Investasi, Perizinan, dan Pengembangan Usaha Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan tingkat mobilisasi dari partai politik lebih dinamis selama masa pemilu legislatif, tidak seperti pemilu presiden. “Pemilu tahun ini, tidak memberikan kontribusi yang berarti dalam pertumbuhan okupansi hotel,” tandasnya. (DHP)