Jumat, 05/05/2017

Dorong Program Sejuta Rumah, BTN Proses 1.200 KPR di Cikarang

-jktproperty.com
Share on: 1039 Views
Dorong Program Sejuta Rumah, BTN Proses 1.200 KPR di Cikarang
Foto: jktproperty.com
RUMAH MURAH: Bank Tabungan Negara (Bank BTN) tengah memproses permohonan kredit pemilikan rumah sebanyak 1.200 unit di Villa Kencana, Cikarang. Perumaham Villa Kencana yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo pada Kamis (4/5) menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dengan batas maksimal penghasilan Rp4 juta per bulan.

JAKARTA, jktproperty.com – Bank Tabungan Negara (Bank BTN) tengah memproses permohonan kredit pemilikan rumah sebanyak 1.200 unit di Villa Kencana, Cikarang. Perumaham Villa Kencana yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo pada Kamis (4/5) menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dengan batas maksimal penghasilan Rp4 juta per bulan.

Di atas lahan seluas 105 hektar rencananya akan dibangun 8.749 unit rumah, masing-masing bertipe 25/60, yang dapat dimiliki masyarakat lewat fasilitas pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) BTN. Menurut Dirut Bank BTN Maryono, hingga saat ini masih ada 1.200 pengajuan KPR yang tengah diproses BTN. Proses penyelesaian makan waktu tujuh hari. Sementara itu, sebanyak 4.734 unit sudah dibangun dan 3.612 unit sudah akad kredit.

“Hari ini kami lakukan akad kredit 300 unit yang nanti Pak Presiden bisa menyaksikan akad kredit dari para konsumen,” kata Maryono.

Bank BTN, demikian Maryono,  bertugas menyediakan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk rumah di Villa Cikarang yang berharga jual Rp112 juta hingga Rp141 juta per unit. Program ini mencakup bunga tetap 5% per tahun serta bantuan uang muka setahun dari pemerintah sebesar Rp4 juta per unit untuk menutupi sisa uang muka, biaya administtrasi, dan biaya balik nama. Angsuran setiap bulan berkisar Rp750.000 sampai Rp900.000.

“Di samping harganya murah, perumahan ini dilengkapi fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti tempat ibadah, tempat olahraga, tempat bermain anak. Ke depan dibangun tempat pendidikan dan rumah sakit,” ucap Maryono. (EKA)