Sabtu, 03/02/2018

Dibanjiri Gedung Baru, Perkantoran di Sudirman Tetap Jadi Primadona

-jktproperty.com
Share on: Facebook 310 Views
Dibanjiri Gedung Baru, Perkantoran di Sudirman Tetap Jadi Primadona
Ilustrasi
PASAR PERKANTORAN JAKARTA: Konsultan properti Cushman and Wakefield mencatat ada delapan gedung perkantoran baru akan masuk di pasar central business district daerah Sudirman, Jakarta tahun ini. Meski dibanjiri gedung perkantoran baru, perkantoran di Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, tetap menjadi primadona dan diincar tenant yang mempertimbangkan berkantor di kawasan premium.

JAKARTA, jktproperty.com – Konsultan properti Cushman and Wakefield mencatat ada delapan gedung perkantoran baru akan masuk di pasar central business district daerah Sudirman, Jakarta tahun ini. Meski dibanjiri gedung perkantoran baru, perkantoran di Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, tetap menjadi primadona dan diincar tenant yang mempertimbangkan berkantor di kawasan premium.

Dikutip dari laporan Cushman and Wakefield, Jakarta Marketbeat 4th Quartal 2017, delapan gedung perkantoran baru itu diharapkan bisa memberi dampak yang signifikan terhadap industri properti tahun ini.

Director Research and Advisory Cushman and Wakefield Arief Rahardjo mengatakan kehadiran gedung perkantoran baru tersebut ada di daerah Sudirman dan sekitarnya. “Kawasan Jl. Sudirman masih menjadi primadona tenant perkantoran,” katanya belum lama ini.

Adapun delapan gedung perkantoran baru tersebut adalah Office One di Kuningan, District 8 Tower Treasury di Sudirman, District Tower 8 Prosperity di Sudirman, District 8 Tower Revenue di Sudirman, Menara ASTRA di Sudirman, World Capital Tower di Kuningan, World Trade Center 3 (WTC-3) di Sudirman, dan Sequis Tower di Sudirman.

Sementara itu, ruang perkantoran di Jakarta, khususnya di central business district (CBD) atau pusat bisnis ini pada kuartal empat 2017 menunjukkan adanya penurunan okupansi perkantoran di area CBD menjadi 78,45% dari 81,80% pada periode yang sama tahun 2016. Cushman and Wakefield menilai pertumbuhan pada 2017 memang tak signifikan karena banyaknya relokasi tenant pada tahun ini.

Saat ini, kata Arief, Cushman and Wakefield mencatat total pasokan perkantoran sampai dengan kuartal empat 2017 sebanyak 6,047,089 m2. Adapun tiga besar lokasi dengan pasokam terbesar berada di Sudirman sebesar 2,122,550 m2, di Kuningan sebesar 1,561,400 m2 dan di Gatot Subroto sebesar 1,082,500 m2.

Leboh lanjut dia mengatakan luasan ini masih didominasi dengan klasifikasi gedung perkantoran Class A dengan luas total 3,966,489 m2. Disusul gedung perkantorang Class B seluas 1,180,500 m2. Terakhir, Class C seluas 900,100 m2. (PIT)