Selasa, 19/08/2014

Demand Tinggi, Pasok Kondominium di Jakarta Terus Bertambah

-jktproperty.com
Share on: 666 Views
<em>Demand</em> Tinggi, Pasok Kondominium di Jakarta Terus Bertambah
Artist Impression: Woodland Park, Kalibata.
PASOK MENINGKAT: pasok kondominium (apartemen strata-title) di wilayah Jakarta dan sekitarnya meningkat sejalan dengan masih kuatnya permintaan. Pasokan kondominium baru dengan konsep mixed used diperkirakan akan terus meningkat khususnya di area pinggiran Jakarta seperti Duren Sawit, Cilandak/Jagakarsa, Pesanggrahan dan Puri-Cengkareng yang memiliki akses infrastruktur jalan tol yang memadai sehingga dapat meningkatkan nilai jual dari pengembangan kondominium di kawasan tersebut.

JAKARTA, jktproperty.com – Pasokan kondominium di wilayah Jakarta dan sekitarnya meningkat 1,24% (qtq) atau 4,78% (yoy) dengan penambahan lima tower apartemen yang terdiri dari satu apartemen di kawasan CBD (My Home Ciputra World) dan empat tower di kawasan non-CBD yaitu St. Moritz, Woodland Park, Pasar Baru Mansion dan Sentra Timur. Selain di kawasan CBD Jakarta, tambahan pasokan kondominium terjadi di kawasan Bogor, Depok dan Bekasi a.l. Kemang View di Bekasi dan Green Lake View di Depok.

Survei Properti Komersial Bank Indonesia mengungkapkan pasok kondominium (apartemen strata-title) itu meningkat sejalan dengan masih kuatnya permintaan. Pasokan kondominium baru dengan konsep mixed used diperkirakan akan terus meningkat khususnya di area pinggiran Jakarta seperti Duren Sawit, Cilandak/Jagakarsa, Pesanggrahan dan Puri-Cengkareng yang memiliki akses infrastruktur jalan tol yang memadai sehingga dapat meningkatkan nilai jual dari pengembangan kondominium di kawasan tersebut.

Tingkat penjualan kondominium pada triwulan II-2014 sebesar 97,05% meningkat dibandingkan 96,93% pada periode sebelumnya yang mengindikasikan masih kuatnya permintaan. Sejalan dengan kenaikan permintaan, harga jual kondominium terus meningkat baik secara triwulanan (2,06%) maupun secara tahunan (15,60%). Namun demikian, kenaikan harga jual kondominium triwulan II-2014 lebih rendah dari kenaikan tarif sewa apartemen yang meningkat signifikan (28,29%) sebagaimana diindikasikan oleh nilai price to rent ratio yang menurun dari 9,61 menjadi 7,64.

Akselerasi pasokan kondominium juga terjadi di wilayah Banten sebesar 18,82% (qtq) atau 54,48% (yoy) sejalan dengan beroperasinya Citylight Apartment. Pengembangan proyek kondominium di wilayah Banten tidak hanya terjadi di kawasan BSD City, Alam Sutera maupun Paramount Serpong, namun sudah bergeser ke wilayah Kota Tangerang, Ciledug dan Cengkareng dengan segmen kondominium kelas atas (upper class).

Semakin diminatinya segmen kondominium khususnya di wilayah Tangerang terindikasi dari tingkat penjualan yang meningkat sebesar 0,20% (qtq) atau 1,96% (yoy). Sejalan dengan penambahan pasokan proyek kondominium baru yang belum terjual sepenuhnya, tingkat penjualan pada triwulan II-2014 ini melambat dibandingkan periode sebelumnya yang meningkat sebesar 1,40% (qtq) atau 3,17% (yoy).

Demikian halnya kenaikan harga jual kondominium yang tercatat sebesar 0,29% (qtq) atau 24,18% (yoy) melambat dibandingkan 6,21% (qtq) atau 26,93% (yoy) pada periode sebelumnya.

Sementara itu, pasokan kondominium di wilayah Bandung belum mengalami penambahan sejak dua tahun terakhir yaitu sebesar 21.955 unit. Meski demikian, tingkat penjualan masih tumbuh sebesar 0,90% (qtq) atau 5,31% (yoy), lebih lambat dari periode sebelumnya yang meningkat 1,85% (qtq) atau 6,04% (yoy). Terjaganya permintaan ditengah pasokan yang stagnan telah berdampak pada kenaikan harga jual baik secara triwulanan (9,10%) maupun tahunan (17,97%). (GUN)