Senin, 16/06/2014

Dana Kelolaan ‘BTN Prioritas’ Ditargetkan Capai Rp15 Triliun

-jktproperty.com
Share on: 710 Views
Dana Kelolaan ‘BTN Prioritas’ Ditargetkan Capai Rp15 Triliun
Foto: Hedi Suryono/Suara Karya
Direktur Bank BTN Hulmansyah bersama Komisaris Bank BTN Sahala Lumban Gaol (kanan) berbincang dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Ameriza M Moesa (kiri), Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kalimantan Timur M Sa’bani (kedua kiri) dan Staf Ahli Walikota Samarinda Bidang Pembangunan Endang Aliansyah (tengah) saat meninjau ruangan Otlet Layanan BTN Prioritas usai diresmikannya, di Samarinda, Kalimantan Timur.

SAMARINDA, jktproperty.com – PT Bank Tabungan Negara Tbk. hingga akhir tahun ini menargetkan dana kelolaan layanan prioritas [BTN Prioritas] mencapai Rp15 triliun, sementara saat ini baru mencapai Rp10,5 triliun. Untuk mendongkrak dana kelolaan prioritas itu BTN akan terus menambah outlet BTN Prioritas menjadi 33 outlet di seluruh Indonesia.

“Sampai akhir tahun target kami Rp15 triliun, sekarang baru Rp10,5 triliun,” kata Kepala Divisi Wealth Management BTN Dewi Fitrianingrum saat pembukaan Layanan BTN Prioritas di Kantor Cabang Samarinda, Kalimantan, Timur, akhir pekan lalu.

Menurut Dewi, strategi yang akan dilakukan untuk mencapai target tersebut selain menggaet nasabah BTN, perseroan juga akan mengakuisisi nasabah bank lain. Ini bisa dilakukan dengan layanan yang prima dan sesuai dengan kebutuhan nasabah. “Untuk nasabah baru, kami targetkan bisa mencapai 35% dari dana kelolaan yang ada,” ujarnya.

Untuk pembukaan layanan prioritas di Kalimantan, lanjut Dewi, Samarinda merupakan yang keempat setelah Banjarmasin, Balikpapan dan Pontianak. Potensinya di daerah ini sangat bagus, pasalnya banyak nasabah yang berasal dari pengusaha batu bara, hotel, jasa dan perdagangan. “Tiga kantor layanan prioritas di Kalimantan dana kelolaan saat ini mencapai Rp450-Rp500 miliar. Target tahun ini di Kalimantan bisa naik 15%,” tutur Dewi.

Ditanya mengenai daerah dengan kelolaan dana BTN Prioritas terbesar, dia mengatakan ada di Malang, Banjarmasin, Surabaya, Jakarta dan Makassar. Hingga akhir tahun ini rencananya akan dibuka lagi  enam outlet BTN Prioritas a.l. di Medan, Sidoardjo, dan empat outlet di Jakarta. “Jadi totalnya outlet BTN Prioritas hingga akhir tahun 2014 sebanyak 33 unit. Ini yang akan bekerja keras menjaring dana nasabah,” tambah Dewi.

Dana Ritel

Sementara itu, Direktur BTN Hulmansyah mengatakan, perseroan serius menggarap pemupukan dana ritel yang diharapkan dapat diperoleh dari nasabah kaya. Langkah ini sekaligus untuk mendukung perolehan dana pihak ketiga perseroan yang ditargetkan akan tumbuh sekitar 19%-21% pada akhir 2014. “Oleh karena itu peningkatan layanan BTN Prioritas Samarinda diharapkan dapat mendukung langkah strategis perseroan tersebut,” katanya.

Hulmansyah menambahkan, Bank BTN akan terus mengejar pertumbuhan pendanaan secara lebih agresif dari pertumbuhan kredit dengan bertumpu pada peningkatan dana murah/ritel. Ini menjadi perhatian manajemen agar bagaimana tersedia dana  berbiaya murah untuk mendukung pembiayaan KPR, sehingga cost of fund dapat ditekan rendah agar suku bunga dapat terus bersaing di pasar. Ini merupakan bagian dari aksi korporasi yang ditujukan untuk penigkatan kinerja dan perbaikan pelayanan.

Pembukaan kantor layanan BTN Prioritas Samarinda ini merupakan kelanjutan dari  rencana bisnis perseroan tahun 2014.  Setelah 26  kantor layanan BTN Prioritas hadir untuk memberikan layanan lebih kepada masyarakat, kini Bank BTN meningkatkan lagi layanan tersebut di Samarinda. “Ini merupakan kantor layanan BTN Prioritas ke-27 yang sudah kami tingkatkan layanannya. Semoga dengan hadirnya kantor layanan prioritas BTN Samarinda ini dapat memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi pada wilayah Samarinda,” tambah Hulmansyah.

Sejak pertama kali beroperasi pada akhir tahun 2010, saat ini kantor layanan BTN Priority telah hadir di beberapa kota seperti: Jakarta Harmoni, Kuningan, Kelapa Gading, Melawai, Cawang, Bekasi, Kebon Jeruk, Depok, Tangerang,  Bogor, Surabaya, Semarang, Malang, Bandung, Solo,  Yogyakarta, Pekanbaru, Batam, Palembang,  Padang,  Balikpapan, Banjarmasin,  Pontianak,  Makassar, Manado dan  Denpasar.

Berdasarkan laporan keuangan  per 31 Maret 2014  Bank BTN membukukan aset sebesar Rp134 triliun atau tumbuh 14% dari posisi yang sama tahun 2013 yang sebesar Rp120 triliun. Sementara dari sisi kredit dan pembiayaan tumbuh dari Rp85 Triliun pada 2013 menjadi Rp103  triliun. Pertumbuhan kredit  ini mencapai 20,24%. Dana pihak ketiga perseroan pada posisi yang sama tumbuh dari Rp87 Triliun pada 2013 menjadi Rp102  triliun pada 2014. Dana pihak ketiga Bank BTN pada 2014 pertumbuhannya mencapai 17,44% atau lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan perbankan.

Bank BTN didukung oleh 843 kantor layanan (konvensional dan syariah) ditambah oleh  2.922 outlet Kantor Pos Online. Perseroan juga telah  memiliki 1.806 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia dan lebih dari 40.000 ATM yang terkoneksi dengan jaringan ATM Link, Bersama dan Prima. Bank BTN juga telah dilengkapi dengan layanan prioritas di 26 kantor yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. (EKA)