Rabu, 20/02/2013

Dana Internal Jadi Sumber Utama Pengembang Bangun Perumahan

-jktproperty.com
Share on: 517 Views
Dana Internal Jadi Sumber Utama Pengembang Bangun Perumahan

JAKARTA, jktproperty.com – Mayoritas pengembang diketahui menggunakan dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan proyek perumahan. Dari responden yang disurvei Bank Indonesia di 14 kota di Indonesia, 53,56% mengungkapkan bahwa hingga saat ini dana internal perusahaan tetap menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti.

Dalam survei yang dipublikasikan BI belum lama ini, berdasarkan komposisi, sumber pembiayaan pembangunan properti dari dana internal perusahaan tersebut sebagian besar berasal dari laba ditahan (39,17%), modal disetor (42,14%), dan joint venture (16,09%). Dana internal perusahaan masih menjadi sumber utama pembiayaan properti, sementara fasilitas KPR tetap menjadi prioritas dalam pembelian properti.

Sementara itu, dari sisi konsumen, fasilitas KPR tetap menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian properti. Hasil survei mengindikasikan bahwa sebagian besar konsumen (80,00%) masih memilih Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial terutama pada rumah tipe kecil.

Kemudahan mengakses fasilitas KPR dan tingkat suku bunga KPR yang mulai menurun semakin dimanfaatkan oleh konsumen dalam melakukan transaksi pembelian rumah. Tingkat bunga KPR yang diberikan oleh perbankan khususnya kelompok bank persero umumnya berkisar antara 9% s.d. 12%.

Selain melalui fasilitas KPR, hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 11,33% konsumen memilih menggunakan fasilitas pembayaran secara tunai bertahap, dan sebagian kecil (8,67%) dilakukan dalam bentuk tunai (cash keras).

Penyaluran KPR dan KPA perbankan kepada sektor properti menunjukkan tren yang meningkat sejak tahun 2000. Pada bulan Desember 2012, total KPR tercatat Rp222,35 triliun atau tumbuh sebesar 21,74% (yoy), masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan total kredit perbankan sebesar 23,12% (yoy). Dari total KPR yang dikucurkan oleh bank dari Januari s.d Desember 2012, sebanyak 3,91% memanfaatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah dan selebihnya (96,09%) melalui KPR biasa (non FLPP).

KPR bersubsidi FLPP untuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mengalami percepatan pemanfaatan selama TW IV-2012. Pencairan FLPP sampai dengan TW IV 2012 sebesar 42,71% dari Rp7,10 triliun total dana yang ditargetkan selama tahun 2012. Dengan demikian masih terdapat 57,29% dana yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

Total rumah yang telah didanai dengan menggunakan FLPP sebanyak 73.923 Rumah. Dana FLPP yang disiapkan pemerintah sepanjang tahun ini sebanyak Rp7,1 triliun. Dana tersebut dinilai cukup untuk membiayai sebanyak 189.166 unit rumah. Keuntungan menggunakan FLPP adalah MBR dapat memperoleh cicilan rumah dengan bunga tetap (maksimum) sebesar 7,25% dengan jangka waktu cicilan maksimum 20 tahun. (LEO)