Kamis, 19/11/2015

Daerah Akan Pelopori Pertumbuhan Bisnis Properti Nasional

-jktproperty.com
Share on: Facebook 1593 Views
Daerah Akan Pelopori Pertumbuhan Bisnis Properti Nasional
Ilustrasi
PROPERTI BANGKIT: Indonesia Property Watch (IPW) menyatakan pasar properti yang sedang melesu pada saat ini diperkirakan bakal bangkit kembali pada tahun 2016. Sementara Medan, Batam, Palembang, Makassar, Balikpapan, Samarinda, dan Manado disebut-sebut sebagai daerah yang akan menjadi motor pertumbuhan bisnis properti 2016.

JAKARTA, jktproperty.com – Indonesia Property Watch (IPW) menyatakan pasar properti yang sedang melesu pada saat ini diperkirakan bakal bangkit kembali pada tahun 2016. Sementara┬áMedan, Batam, Palembang, Makassar, Balikpapan, Samarinda, dan Manado disebut-sebut sebagai daerah yang akan menjadi motor pertumbuhan bisnis properti 2016.

“Dengan melihat perkembangan pertumbuhan ekonomi dan rencana infrastruktur serta indikasi di lapangan, maka terdapat beberapa kota yang berpotensi untuk dapat menjadi pelopor kebangkitan pasca melambatnya siklus properti saat ini,” ujar Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda, Kamis (19/11).

Menurut Ali, sejumlah kota yang berpotensi menjadi pelopor kebangkitan sektor properti di Tanah Air antara lain Medan, Batam, Palembang, Makassar, Balikpapan, Samarinda, dan Manado. Dia juga berpendapat bahwa melihat indikator wilayah yang ada di kota-kota besar di Indonesia, beberapa kota di wilayah Indonesia bagian Timur menunjukkan laju pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan laju pertumbuhan secara nasional.

Meskipun masih dalam tahap perlambatan, lanjut dia, dengan adanya pembangunan infrastruktur khusus di luar Jawa dan Indonesia bagian Timur, pasar properti diperkirakan akan turut bergerak naik. Segmen menengah sampai bawah diperkirakan akan menjadi awal bergerakknya penjualan perumahan secara nasional. “Hal ini seiring apa yang dikatakan Jokowi untuk menggali seluruh potensi di Indonesia Timur dengan membangun infrastruktur,” ujar dia.

Ali pun mengingatkan bahwa salah satu yang mulai dilakukan dirinya adalah memulai pembangun pelabuhan besar dan kawasan industri di Makassar, Sulawesi Selatan, hingga Sorong, Papua Barat. Selain itu, ujar dia, ada sebanyak 24 pelabuhan besar yang akan dibangun baik di Jawa, di Sumatera, di Kalimantan, di Sulawesi, di Nusa Tenggara, di Maluku, dan di Papua.

“Pembangunan empat ruas Tol Trans Sumatera, antara lain Bakauheni-Terbanggi Besar, Palembang-Indralaya, Riau-Dumai, dan Medan-Binjai akan segera dimulai. Bahkan perletakan proyek KA Trans Sulawesi Makassar-Parepare sejauh 146 kilometer telah dimulai dan diperkirakan selesai 2017,” ujarnya.

Dia mencontohkan, di Manado juga direncanakan pembangunan proyek jaringan serat optik yang akan menjadikan Manado sebagai gerbang internasional kedua di Indonesia setelah Batam yang secara langsung akan menjadikan Sulut sebagai lokomotif kawasan teknologi informasi untuk kawasan Indonesia Timur.

Beragam rencana pembangunan tersebut, ujar dia, pada perkembangannya akan mengangkat sektor properti termasuk subsektor komersial, akomodasi, perdagangan, dan hunian. “Belum lagi kawasan ekonomi khusus yang telah dicanangkan pemerintah untuk menggerakkan basis ekonomi di masing-masing wilayah,” katanya.

Ali juga mengingatkan, harga tanah yang sudah terlalu tinggi di wilayah Jawa khususnya Jabodebek-Banten memberikan peluang bergesernya arah perkembangan properti ke wilayah lainnya. (LEO)