Senin, 14/04/2014

Convergence, Premium Office Pertama di Indonesia dengan Fitur TMT

-jktproperty.com
Share on: 1077 Views
Convergence, Premium Office Pertama di Indonesia dengan Fitur TMT

JAKARTA, jktproperty.com – PT B Generasi Asia (Brown Group) melalukan topping off pembangunan Convergence, gedung perkantoran strata-title premium berlantai 30 yang berlokasi di kawasan paling strategis di ‘segitiga emas’ Jakarta, tepatnya di superblok Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta.

Menurut CEO Brown Group Hiramsyah S. Thaib, gedung perkantoran ini merupakan perkantoran premium yang menawarkan konsep Telecommunication, Media and Technology (TMT) pertama di Indonesia dan eco-smart. “Saat ini konsep TMT tengah menjadi tren gedung perkantoran di dunia. Convergence adalah gedung perkantoran pertama di Indonesia yang mengadopsi TMT,” ujarnya saat topping off Convergence di Jakarta, Jumat, 11 April 2014.

Hiramsyah mengatakan, dengan konsep TMT seluruh tenant yang ada di gedung ini diharapkantidak akan menemukan hambatan komunikasi seperti blank spot areakarena gedung ini ditopang teknologi komunikasi data, suara, dan multimedia yang serba canggih seperti high speed Internet dengan jaringan serat optik 10 Gbps, integrated building information system dan high speed wireless connectivity.

Selain itu, demikian Hiramsyah, Convergence juga dilengkapi 2 mini studio yang bisa dipakai untuk siaran TV, iklan yang dikemas dalam format integrated digital content display and multimedia juga akan ada di seluruh bangunan serta multi-fucntion room yang stylish yang dapat dipergunakan untuk press conference atau acara-acara pertunjukan.

Lebih lanjut Hiramsyah mengatakan, perkembangan yang pesat di industri TMT telah mengarah pada sebuah konvergensi menjadi layanan yang bersifat “anything, anytime, anywhere and anyhow” bagi para pelanggan atau pengguna jasa telekomunikasi, media dan teknologi. Ketiga industri yang awalnya terpisah, mengerucut menjadi sebuah industri yang didukung oleh tiga pilar utama yaitu akses/infrastruktur, content dan aplikasi.

Secara fisik, “TMT Convergence” akan tercermin dalam gedung ini melalui fitur-fitur yang menjamin kecepatan, keamanan, dan ketersediaan layanan data, suara, dan multimedia di setiap sudut gedung. “Namun bukan hanya itu saja, mix of tenants yang akan berkantor di gedung ini juga tidak terlepas dari industri TMT dan pendukungnya, termasuk di dalamnya industri yang dinamis dan mengandalkan TMT sebagai tulang punggung dalam proses bisnisnya,” kata Hiram.

Selain itu, kata dia, gedung ini dibangun dengan konsep dan filosofi sebagai tepat menyatunya berbagai kegiatan bisnis, pekerjaan social dan spiritual. “Berbagai fasilitas yang erat kaitannya dengan lifestyle juga dibangun di dalam gedung ini dan kami menyebutnya lifestyle convergence,” tambah Hiramsyah.

Selain fitur TMT, Convergence juga mengedepankan konsep Eco-Smart. Fitur eco ditunjang oleh pemakaian low-e double-glass, pengembangan lahan hijau di dalam gedung, konservasi air dan manajemen lingkungan.Sedangkan fitur smart adalah penggunaan teknologi Building Management System, Building Information System, Building Automation System (untuk pengaturan AC dan lampu apabila tidak digunakan), Public Address System, Audio Visual System, Parking Management System, Network System, Security System dan juga Fire Alarm System.

Hiramsyah mengatakan Convergence terbagi dalam empat bagian, yakni podium yang terdiri dari 8 lantai, penthouse 3 lantai dan 19 lantai lainnya merupakan low zone dan high zone. “Sebanyak 13 lantai seluas kurang lebih 13.000 m2 dijual ke internal grup dan umum. Sampai hari ini 8 lantai atau sekitar 8.000 m2 sudah terjual dan masih tersisa 5 lantai atau 5.000 m2 dipasarkan untuk umum,” katanya.

Pihaknya optimistis seluruh space yang masih tersisa dapat terjual dalam waktu dekat atau sebelum Convergence beroperasi. “Kami optimistis, sebab permintaan ruang perkantoran premium atau Grade A masih sangat baik,” tutur Hiram.

Lebih lanjut Hiramsyah mengatakan lokasi Convergence sangat strategis karena berada di kawasan ‘segitiga emas’ Jakarta dan berada di dalam komplek superblok Rasuna Epicentrum. “Convergence dikelilingi hotel, apartemen, restoran, lifetsyle and sport center, rumah sakit, kedutaan dan aksesnya yang sangat mudah ke Kuningan, Sudirman, Gatot Subroto, Casablanca dan kawasan Menteng. Selain itu, gedung ini juga dilengkapi dengan office lounge, ballroom,club room, sky gardendanretail podium yang menunjang lifestylemereka yang berkantor di sini,” jelasnya.

Lebih lanjut, pada kesempatan yang sama, Fitri Hilman – Associate Director PT Jones Lang LaSalle Indonesia juga mengatakan bahwa lokasi Convergence sangat nyaman dan banyak memberikan ‘benefit’ bagi penghuni gedung maupun para visitor karena Convergence berada di dalam salah satu kawasan paling strategis di ‘segitiga emas’ – komplek superblok Rasuna Epicentrum, sebuah kawasan ‘business district’ yang terintegrasi dan yang juga tak kalah pentingnya adalah ‘pedestrian friendly’.

“Convergence dikelilingi hotel, apartemen, restoran, lifestyle and sport center, rumah sakit, kedutaan dan memiliki akses multiple yang sangat nyaman dan mudah ke Kuningan, Sudirman, Gatot Subroto, Casablanca dan kawasan Menteng,” katanya.

Selain itu, gedung ini juga dilengkapi dengan office lounge, ballroom, club room, sky garden dan retail podium yang menunjang lifestyle mereka yang berkantor di sini. “Convergence memiliki konsep dimana penghuni tidak hanya sekedar tenant yang bekerja di gedung Convergence, namun mereka juga adalah bagian dari komunitas secara keseluruhan,” jelasnya.

Demand Perkantoran Premium Tinggi

Sementara itu, Anton Sitorus, Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia mengatakan, dari riset kuartal IV-2013 diketahui bahwa permintaan ruang perkantoran di Jakarta masih sangat tinggi. “Terutama untuk perkantoran premium seperti halnya Convergence, demand-nya masih tinggi,” kata Anton. —– Data JLL kuartal IV-2013 mengungkapkan total penyerapan ruang kantor di kawasan CBD Jakarta sepanjang 2013 tercatat mencapai 298.000 m2 dengan okupansi rata-rata di atas 90%.

“Okupansi perkantoran premium mencapai 96,3%. Sementara perkantoran Grade Aokupansinya menyentuh angka 93,9%, Grade Bsebesar 94,5% dan Grade C 85,6%. Artinya, permintaan untuk perkantoran premium di Jakarta masih sangat menjanjikan. Terus membaiknya pasar pekantoran premium ini juga mendongkrak harga jual maupun sewa,” ujar Anton Sitorus. (EKA)