Selasa, 22/08/2017

Colliers: Peringkat Investasi Terjaga, Pasar Properti Akan Bergairah

-jktproperty.com
Share on: 185 Views
Colliers: Peringkat Investasi Terjaga, Pasar Properti Akan Bergairah
Foto: ilustrasi
PASAR BERGAIRAH: Konsultan properti Colliers International Indonesia mengungkapkan pasok apartemen di Jakarta hingga 2020 akan mencapai 55.087 unit. Selama pemerintah bisa mempertahankan rating investment grade, maka pasar properti akan bergairah dan puluhan ribu apartemen itu sebagian besar bisa terserap pasar.

JAKARTA, jktproperty.com – Konsultan properti Colliers International Indonesia mengungkapkan pasok apartemen di Jakarta hingga 2020 akan mencapai 55.087 unit. Selama pemerintah bisa mempertahankan rating investment grade, maka pasar properti akan bergairah dan puluhan ribu apartemen itu sebagian besar bisa terserap pasar.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia mengatakan, aktivitas marketing untuk sektor apartemen di Jakarta pada Q2 relatif stabil. Pada periode yang sama, harga apartemen di Jakarta juga hanya naik tipis satu persen menjadi rata-rata Rp32,4 juta/m2 atau meningkat 4,5% secara tahunan.

Ferry juga menyebutkan, selama semester pertama tahun ini ada 3.130 unit apartemen yang ditawarkan ke pasar. Jumlah itu merupakan 15 persen dari total 21.167 unit total apartemen yang akan selesai tahun ini. “Hingga tahun 2020 akan masuk suplai apartemen baru (sudah jadi) sebanyak 55.087 unit. Kalau pemerintah tetap bisa menjaga rating investment grade dan mengelola ekonomi, dan iklim politik lebih stabil, pasar akan lebih percaya diri dan bisnis properti kembali bergairah,” katanya.

Dia mengatakan total apartemen yang terserap hingga periode ini di Jakarta mencapai 179.308 unit atau naik tipis 0,2% dibandingkan periode sebelumnya atau meningkat 6,9% secara tahunan. Sementara penyerapannya mencapai 84,8%, turun satu persen dibanding periode sebelumnya,” ujar Ferry.

Presiden Indonesia Joko Widodo dalam berbagai kesempatan membanggakan peringkat investment grade atau layak investasi dari tiga lembaga pemeringkat internasional yakni; Standard and Poor’s Global Ratings (S&P), Fitch Ratings, dan Moody’s. Jokowi menyebutkan, pada Mei 2017, lembaga pemeringkat Standard & Poor’s menaikkan peringkat surat utang negara Indonesia menjadi peringkat layak investasi.

Sebelumnya, Fitch dan Moody’s juga menaikkan outlook untuk peringkat layak investasi surat utang negara Indonesia, dari stabil menjadi positif, seiring dengan stabilitas makro ekonomi dan perbaikan daya tahan perekonomian nasional. “Dengan pengakuan internasional tersebut, untuk pertama kalinya Indonesia mendapat peringkat layak investasi dari seluruh lembaga pemeringkat kredit utama dunia sejak pasca krisis keuangan Asia tahun 1997,” kata Jokowi.

Penjelasan serupa kembali disampaikan Jokowi pada pidatonya mengenai Rancangan Undang-undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2018 beserta Nota Keuangannya. “Bahkan di dalam survei bisnis oleh United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), posisi Indonesia naik ke peringkat 4 sebagai negara tujuan investasi prospektif,” imbuh Jokowi. (GUN)