Kamis, 27/12/2012

Colliers International: Tren Pasar Perkantoran Global 2013 Stabil

-jktproperty.com
Share on: 311 Views
Colliers International: Tren Pasar Perkantoran Global 2013 Stabil

JAKARTA: Ekonomi global saat ini mengalami beberapa hambatan sebagai akibat dari krisis di zona Eropa, perlambatan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di China serta perkiraan pengetatan belanja dan mendongkrak perolehan pajak (fiscal cliff) yang diberlakukan pemerintah AS. Namun, seperti tercermin dalam Global Office 2013 Outlook yang belum lama ini dirilis Colliers International, sektor properti perkantoran secara keseluruhan diperkirakan akan tumbuh positif. Di saat banyaknya kantor perusahaan besar menunda pengambilan sikap terhadap ekonomi global, kantor lain menyewa ruang kantor sesuai kebutuhan untuk mengakomodasi perkembangan operasi. Permintaan gedung kantor berkualitas di kebanyakan kota di dunia terlihat konsisten, baik dari pengguna maupun investor.

Dalam hal biaya ruang kantor, dua pasar di Asia tercatat berada di posisi kedua dalam lima besar termahal di dunia pada pertengahan 2012. Biaya sewa ruang kantor kelas A di Hong Kong tetap di peringkat tertinggi di dunia, diikuti oleh Tokyo yang menempati posisi ketiga. Sementara, beberapa pasar di Asia tercatat menempati peringkat kapitalisasi terendah. Tingkat kapitalisasi di Taipei merupakan yang terendah di dunia di 2,50%, diikuti oleh Hong Kong (2,67%) di posisi kedua dan Singapura (3,90%) di posisi keempat pada Juni 2012.

Berdasarkan Global Office 2013 Outlook, berikut tren perkiraan pasar ruang kantor di wilayah Asia pada 2013 mendatang:

Jakarta

Harga properti secara keseluruhan selama 2012 di Jakarta terlihat tumbuh secara positif, terutama di sektor perkantoran yang mencuri pusat perhatian dengan 35% sewa dan 32% pertumbuhan modal. Tren yang serupa diperkirakan akan berlanjut di 2013 yang didorong permintaan dari perusahaan luar negeri yang bergabung di industri perbankan dan keuangan; perminyakan dan pertambangan; dan telekomunikasi.

Mengingat stok yang sangat terbatas dari ruang kantor yang dijual, nilai modal kantor dapat meningkat tipis kedepannya tapi pada kecepatan yang lebih lambat sejak nilai modal meningkat lebih dari 60% beberapa tahun belakangan ini

China

Di Cina, sewa ruang kantor kelas A di Kota Shanghai dilaporkan rata-rata meningkat, meskipun ada kenaikan ketersediaan yang disebabkan oleh peluncuran lima proyek baru di area pusat kota. Dengan hasil kotor rata-rata sewa ruang kantor kelas A di Shanghai yang meningkat 5,8% di kuartal ketiga di 2012, keterbatasan jumlah transaksi tanah akhir-akhir ini merefleksikan bahwa developer tetap berhati-hati untuk berinvestasi pada pembangunan komersial selanjutnya.

Di Beijing, pasar ruang kantor lainnya di China, perusahaan luar negeri dan domestik terus menunjukkan ketertarikan untuk memasuki kota setelah mereka membangun atau memperluas kantor mereka, walaupun pasar penyewaan tampak kurang bersemangat dibandingkan 2012 yang sangat aktif.

Pada 2014, sektor perkantoran kelas A di Beijing diprediksi akan bertahan positif dengan negosiasi antara pemilik tanah dan tenant menjadi semakin elastis dalam waktu dekat dan investasi yang terlihat aktif berkelanjutan.

Hong Kong

Setelah kejatuhan pada pertengahan pertama 2012, sewa ruang kantor di Hong Kong memperlihatkan tanda kestabilan di kuartal ketiga di tahun 2012 karena sebagian besar permintaan dari perusahaan dengan finansial menengah dan perusahaan mainland. Karena putaran ketiga dari quantitative easing di AS, tekanan inflasi diharapkan akan meningkatkan nilai properti di Hong Kong dimana nilai tukar mata uang dipatok terhadap US dolar.

Rata-rata ketersediaan ruang kantor diperkirakan akan berkisar rata-rata 5% pada akhir 2012 dan tetap rendah pada 2013, kecuali Central/Admiralty yang mengalami penurunan permintaan untuk top-tier gedung kantor diantisipasi akan mengakibatkan peningkatan ketersediaan di distrik.

India

Peningkatan ekonomi yang melambat karena ketidakpastian pada kebijakan domestik, dampak kumulatif dari pengetatan moneter dan berkurangnya permintaan eksternal, menyebabkan India mengalami kontradiksi tren di pasar yang berbeda.

Di Delhi, penyewaan Class A meningkat 2% menjadi 7% dibandingkan kuartal sebelumnya di lokasi yang popular seperti Connaught Place dan Nehru Place, sementara Jasola dan Saket terdaftar turun 4% menjadi 10%. Memasuki 2013 penyewaan ruang kantor Grade A diperkirakan akan stabil di hampir semua submarket di Delhi dan Mumbai.

Seoul

Seoul terdaftar mengalami peningkatan penyewaan dan penurunan ketersediaan ruang kantor menjadi 6,97% di pertengahan pertama 2012. Khususnya, di gedung kantor kelas A+, ruang kantor hampir penuh terisi dengan rata-rata tingkat kekosongan sebesar 0,11%.

Rendahnya suplai, meningkatnya harga sewa dan penurunan di tingkat kekosongan menunjukkan adanya cukup peningkatan di pasar Seoul di 2013. Meskipun begitu, suplai baru akan tetap meningkat kuat di penyewaan atau kepemilikan.

Singapura

Penyewaan ruang kantor kelas A di CBD Singapura menurun di 2012 dengan kondisi ekonomi global yang membebani aktivitas pasar sewa. Melihat kestabilan gedung perkantoran yang berturut-turut baru selesai di empat tahun berikutnya, sejumlah besar secondary space dapat dirilis ke pasaran pada saat berakhirnya masa sewa seperti tenant yang sudah ada pindah ke premis yang baru. Penyewaan ruang kantor kelas A diperkirakan akan terus menurun selama 2013 dan rendahnya harga sewa kantor tersebut akan meningkatkan daya saing pasar sebagai pusat regional untuk bisnis.

Tokyo

Di Tokyo, 2012 ditandai sebagai tahun terbaik kedua untuk konstruksi perkantoran baru sejak 2003. Dengan penghuni mengambil keuntungan dari kelebihan suplai dengan meningkatkan kualitas kantor mereka, pasar perkantoran kelas A melihat seringnya relokasi penyewa serta mengurangi sewa secara keseluruhan. Di sisi penjualan, lebih dari setengah total volume transaksi di Jepang terdiri dari penjualan properti. Kedepannya, penyewaan ruang kantor di Tokyo diantisipasi akan memperlihatkan tanda-tanda kestabilan dan peningkatan di tahun 2013. (PIT)