Rabu, 14/01/2015

Colliers International: “Pasar Properti 2015 Lebih Baik Dibandingkan 2014”

-jktproperty.com
Share on: 778 Views
Colliers International: “Pasar Properti 2015 Lebih Baik Dibandingkan 2014”
Foto: jktproperty.com
TUMBUH POSITIF: Colliers International Indonesia mengungkapkan kinerja seluruh subsektor properti tahun ini akan jauh lebih baik dibandingkan kinerja selama 2014 yang mengalami perlambatan di hampir semua subsektor. Properti ritel disebut-sebut punya peluang lebih besar untuk tumbuh pada tahun ini.

JAKARTA, jktproperty.com – Colliers International Indonesia mengungkapkan kinerja seluruh subsektor properti tahun ini akan jauh lebih baik dibandingkan kinerja selama 2014 yang mengalami perlambatan di hampir semua subsektor. Properti ritel disebut-sebut punya peluang lebih besar untuk tumbuh pada tahun ini.

“Tahun lalu properti kita memang mengalami perlambatan akibat aksi penundaan pembelian dan ekspansi pengembang. Tapi tahun ini trennya akan mengarah pada perbaikan, positif di semua subsektor,” ujar Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto saat menyampaikan “Jakarta and Surabaya Property Market Report” di Jakarta kemarin.

Menurut dia, tahun ini banyak investor dan pengembang melakukan eksekusi rencana bisnisnya setelah melakukan penundaan tahun lalu karena alasan dan faktor politis serta keamanan dalam negeri [Pilpres dan Pileg]. “Selain itu penundaan terjadi karana kenaikan bahan bakar minyak (BBM), pengetatan kredit Bank Indonesia serta pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap US dolar.

“Semua subsektor properti tahun ini akan bersinar, dimana subsektor ritel berpeluang besar untuk tumbuh lebih tinggi dibandingkan subsektor seperti apartemen, perkantoran komersial, hotel, maupun kawasan industri.”

Mengenai moratorium pembangunan pusat perbelanjaan di DKI Jakarta, Ferry mengatakan pengembang menyiasatinya dengan membangun properti ritel di kawasan pinggiran seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi serta kota lainnya, terutama Surabaya.

“Surabaya bahkan menjadi tujuan ekspansi kedua para peritel setelah Jakarta. Mereka mulai membawa brand internasional macam Stradivarius, Zara, New Look, dan Victoria Secret. Meski bukan brand premium, setidaknya Surabaya dilirik peritel karena menawarkan peluang menjanjikan,” tuturnya.

Mengenai pasar ritel di Surabaya, dia mengatakan pertumbuhannya selama 2014 terlihat sangat positif dan akan terus berlanjut pada beberapa tahun ke depan. Secara tahunan, tingkat hunian naik menjadi 87% pada 2014. Sementara 2013 hanya 83%. Tarif sewa ruang ritel juga diprediksi akan mengalami kenaikan seiring meningkatnya tingkat okupansi. Meski demikian, tarif sewa masih 20% lebih rendah ketimbang tarif sewa pusat belanja di Jakarta,” katanya. (GUN)