Senin, 06/06/2016

Coldwell Banker: Permintaan Ruang Kantor Terus Melemah

-jktproperty.com
Share on: 2598 Views
Coldwell Banker: Permintaan Ruang Kantor Terus Melemah
Foto: jktproperty.com
SEWA PERKANTORAN: Konsultan properti Coldwell Banker Commercial mengungkapkan permintaan ruang perkantoran secara umum terus mengalami pelemahan. Bahkan di segmen tertentu permintaan cenderung tertekan. Tingkat okupansi juga berpeluang terus tergerus seperti kecenderungan yang terjadi sejak 2014 lalu.

JAKARTA, jktproperty.com – Konsultan properti Coldwell Banker Commercial mengungkapkan permintaan ruang perkantoran secara umum terus mengalami pelemahan. Bahkan di segmen tertentu permintaan cenderung tertekan. Tingkat okupansi juga berpeluang terus tergerus seperti kecenderungan yang terjadi sejak 2014 lalu.

“Perkantoran di area CBD Jakarta saat ini dapat menyentuh kurang dari Rp200.000 per m2 untuk kantor grade A. Tren ini kemungkinan berlanjut mengingat banyaknya pasokan yang akan masuk di pasar beberapa tahun ke depan,” ungkap Vice President Coldwell Banker Commercial Indonesia, Dani Indra Bhatara, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan di masa perlambatan pertumbuhan ekonomi saat ini, penyewa lebih akan memiliki kantor yang memiliki kemudahan akses transportasi dan kedekatan dengan area hunian para pemilik perusahaan penyewa. Hal ini berbeda dibandingkan periode sebelumnya, saat pemilihan kantor lebih ditentukan oleh kualitas gedung dan prestise.

Lebih lanjut Coldwell mengungkapkan sama seperti tahun ini, di tahun depan tipe bisnis yang akan menentukan pergerakan permintaan di pasar perkantoran akan didominasi sektor mining/energi, perdagangan/ritel, finansial, shipping/transport, konsultansi, teknologi informasi, e-commerce dan jasa lainnya.

Sementara itu, dari segi lokasi, wilayah CBD masih lebih diminati dibandingkan lokasi lainnya. Area Sudirman dan Kuningan menjadi yang paling diminati. TB Simatupang menjadi lokasi luar CBD yang tampaknya masih akan dipertimbangkan.

Dari segi ukuran, kantor dengan luasan di bawah 250 m2 adalah yang paling aktif di pasar. Sementara itu, kantor dengan ukuran lebih luas akan semakin mempertimbangkan untuk meninggalkan kantonya sebelumnya.

Relokasi kantor akan menjadi alasan utama para penyewa untuk mencari kantor baru dengan pemotongan biaya sebagai faktor penentu utama. Saat ini, kalangan penyewa memiliki posisi tawar lebih kuat dibandingkan pemilik/pengembang, sebab pasar perkantoran masih dibayangi kelebihan suplai.

Perlambatan ekonomi saat ini menyebabkan tingkat permintaan kian rendah, sedangkan sejumlah menara perkantoran menunjukkan tren yang terus meningkat. Alhasil, tidak dapat dihindari perang harga masih akan berlanjut hingga tahun depan. (GUN)