Kamis, 15/11/2018

BUMN Holding Perumahan Siapkan Mega Township

-jktproperty.com
Share on: Facebook 75 Views
BUMN Holding Perumahan Siapkan Mega Township
Foto: Akurat.co
HOLDING BUMN PERUMAHAN: Holding BUMN Perumahan dan Kawasan yang ditargetkan terbentuk akhir tahun ini dengan anggota holding masing-masing PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT PP (Persero) Tbk., PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero) dan Perum Perumnas sebagai induk berencana membangun proyek hunian dalam skala yang besar (mega township).

JAKARTA, jktproperty.com – Holding BUMN Perumahan dan Kawasan yang ditargetkan terbentuk akhir tahun ini dengan anggota holding masing-masing PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT PP (Persero) Tbk., PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero) dan Perum Perumnas sebagai induk berencana membangun proyek hunian dalam skala yang besar (mega township).

Perwakilan Tim Holding BUMN Novel Arsyad mengungkapkan dengan bergabungnya beberapa perusahaan, Holding BUMN Perumahan dan Kawasan akan memiliki kemampuan dan kekuatan baik dari sisi soft maupun hard. “Kami sudah membicarakan konsep mega township sehingga nantinya bisa memberikan lapangan pekerjaan baik bagi partner sesama kontraktor maupun masyarakat,” katanya di Jakarta, Kamis (15/11).

Pihaknya menyatakan tidak ragu dengan kemampuan gabungan perusahaan tersebut. Dia mengatakan sebelumnya belum ada BUMN yang bisa membangun proyek skala kota seperti BSD. “Dengan holding, kita tidak hanya akan membangun skala perumahan, kami akan bangun kawasan mix used seperti BSD yang segala fasilitas bisa masuk ke sana, kemudian kami juga bisa masuk ke kawasan industri,” kata Novel.

Sebelum terbentuknya holding, lanjut dia, perusahaan menghitung hanya mampu membangun kurang lebih 2 juta unit hunian hingga tahun 2028. Namun setelah holding, perusahaan akan mampu membangun 4,7 juta unit. Hal tersebut dikarenakan aset dan ekuitas perusahaan akan meningkat. Pihaknya juga menyatakan berdasarkan pendataan awal, perusahaan gabungan memiliki land bank lebih dari 20.000 hektare tanah yang tersebar di pulau Jawa.

Rumah yang dibangun holding BUMN Perumahan dan Kawasan akan diperuntukka bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sesuai dengan aturan yang berlaku, dalam membangun hunian seperti apartemen, lanjut dia, MBR akan tetap mendapatkan porsi 30% di mana mereka akan tetap mendapatkan subsidi. (EKA)