Minggu, 09/02/2020

BTN Pastikan Jumlah Dana Sindikasi JBIC untuk KPR Milenial US$1 Miliar

-jktproperty.com
Share on: Facebook 518 Views
BTN Pastikan Jumlah Dana Sindikasi JBIC untuk KPR Milenial US$1 Miliar
Foto: Ist
DANA JBIC: Dirut Bank BTN Pahala N. Mansury memastian dana sindikasi Japan Bank for International Cooperation (JBIC) untuk pembangunan perumahan murah untuk milenial tidak akan kurang dari US$1 miliar dan diharapkan akan cair tahun ini.

JAKARTA, jktproperty.com – Dirut Bank BTN Pahala N. Mansury memastian dana sindikasi Japan Bank for International Cooperation (JBIC) untuk pembangunan perumahan murah untuk milenial tidak akan kurang dari US$1 miliar dan diharapkan akan cair tahun ini.

“Ini inisiatif dari Pak Eric Thohir [Menteri BUMN]. Kita harap dana 1 miliar dolar AS itu cair tahun ini, karena dana itu rencananya akan dikembangkan untuk pembiayaan rumah murah kaum milenial dalam kota, yang terintegrasi dengan jalur transportasi umum,” katanya usai mengikuti Funwalk HUT BTN ke-70 di Jakarta, Minggu (9/2).

Menurut Pahala, KPR untuk meilenial akan dikemas dengan perumahan sehat dan terjangkau. Di targetkan pembiayaan tahun ini pembangunan untuk KPR milenial sekitar Rp 13- 15 triliun. “Ini memang salah satu kampanye dan strategi kita Gaeess to Millenial, untuk meningkatkan pembiayaan perumahan,” tegasnya.

Sebenarnya, tambah Pahala, selain KPR melenial ini salah satu strategi BTN untuk mendapatkan dana murah, juga akan meluncurkan BTN solusi dan mengikatkan digitalisasi. Untuk BTN solusi, kata dia, nantinya BTN akan memberikan kemudahan kepada pegawai yang menabung dan gajinya lewat BTN dalam pembelian perumahan. Selain akan BTN akan memberikan tingkat suku bunga hingga 6,99 persen fix selama 2 tahun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir sebelumnya menyatakan akan melakukan pertemuan dengan pihak Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Pertemuan dengan bank Jepang ini dalam rangka mencari sumber pendanaan bagi program sejuta rumah bagi milenial.

“Pekan ini saya berangkat lagi ke Jepang untuk bertemu dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC), bahwa hal-hal ini khususnya buat JBIC pembangunan program sejuta rumah bagi generasi milenial bisa tercapai,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Selasa (28/1).

Erick Thohir mengatakan, tidak mungkin generasi milenial bisa mencicil KPR, dengan dana bank yang sekarang. “Maka dari itu, kita harus mencari negara-negara yang bunga perbankannya murah, contohnya JBIC,” kata dia optimistis.

Sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih menggodok skema penyediaan rumah bagi 80 juta kalangan milenial di Tanah Air. Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, pemerintah ingin generasi milenial juga dapat membeli rumah bersubsidi.

Sedangkan untuk yang digitalisasi, jelas Pahala, BTN akan mengembangkan ritel funding dan membangun digitalisasi mobile banking. Sehingga akan memudahkan masyarakat yang akan melakukan transaksi secara online.

Dijelaskan, 70 tahun BTN telah menyalurkan pembiayaan kredit untuk perumahan mencapai Rp 595,2 triliun. Serta sekitar 5 juta keluarga yang telah memiliki rumah. BTN menguasai pangsa pasar KPR subsidi di Indonesia lebih dari 90 persen. Sementara untuk KPR secara nasional BTN menguasai lebih dari 40 persen.

Menurut Pahala, BTN akan terus merealisasikan penyaluran kredit perumahan sebagai wujud komitmen perseroan dalam mendukung Program Sejuta Rumah. “Tahun 2020, kami tetap berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam program sejuta rumah dengan membuat model bisnis yang inovatif dengan mengoptimalkan big data analytic sehingga kekuatan BTN di KPR bisa ikut mendorong pertumbuhan dana murah, transaksi, serta fee based income,” jelasnya.

Meski tahun ini pemerintah tidak lagi menganggarkan program subsidi selisih bunga, Pahala mengatakan, BTN sudah menyikapinya dengan menyiapkan model bisnis untuk menjawab tantangan pasar KPR. “Kami harus lebih memperkuat porsi KPR non-subsidi dari kalangan milenial dengan inovasi produk layanan perbankan berbasis digital yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” tegas Pahala.

Pahala optimistis, BTN masih dapat menangkap peluang di segmen properti karena masih tingginya permintaan rumah kecil serta makin maraknya sentra pertumbuhan ekonomi baru akibat pembangunan infrastruktur, perkembangan tempat wisata dan akan dibangunnya ibukota baru. (EKA)